<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154</id><updated>2012-02-17T10:51:58.885+07:00</updated><category term='mungkid'/><category term='kudus'/><category term='air terjun'/><category term='secang'/><category term='Gunung Tidar'/><category term='kali code'/><category term='merapi'/><category term='windusari'/><category term='buah naga'/><category term='kecamatan'/><category term='kaliangkrik'/><category term='Lagu Indonesia Raya'/><category term='mejobo'/><category term='sejarah kota magelang'/><category term='bandongan'/><category term='magelang'/><category term='KyaiLanggeng'/><category term='gunung merapi'/><category term='yogyakarta'/><category term='jekulo'/><category term='akmil'/><category term='muntilan'/><category term='kota megelang'/><category term='lahar dingin'/><category term='kajoran'/><title type='text'>indonesia</title><subtitle type='html'>INFO KALIANGKRIK,KAJORAN,BANDONGAN,WINDUSARI,SECANG,MAGELANG,MEJOBO,KUDUS,INDONESIA DAN SEKITARNYA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>60</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3360732456954230680</id><published>2011-04-01T14:56:00.003+07:00</published><updated>2011-04-01T16:29:46.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah kota magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota megelang'/><title type='text'>Ironi Kota Tua Magelang yang Tak Terlindungi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-jzhsgkiMoLs/TZWIX-wiR7I/AAAAAAAAAHA/C3KVEkwocMU/s1600/magelang.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jzhsgkiMoLs/TZWIX-wiR7I/AAAAAAAAAHA/C3KVEkwocMU/s320/magelang.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590524458015279026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MAGELANG, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Kota Magelang termasuk daerah  yang memiliki banyak bangunan-bangunan bersejarah peninggalan jaman  Belanda. Keberadaan bangunan yang sarat akan nilai seni arsitektur  tersebut tersebar di beberapa sudut kota.   &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Namun sayang,  sekarang ini Pemerintah Kota Magelang belum mempunyai konsep yang jelas  mengenai upaya perlindungan bangunan tua. Sebab tidak adanya Perda dalam  perlindungan dan pemeliharaan bangunan bersejarah. Sehingga, tidak  mustahil keberadaan bangunan tersebut suatu saat akan punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;  &lt;p&gt;  Pandangan ini diungkapkan anggota komisi C DPRD Kota Magelang, Edy  Sutrisno. Menurutnya, sangat ironis, Kota Magelang yang berusia 1105  tahun ini tidak memiliki ada perda perlindungan bangunan bersejarah.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;  "Peraturan Daerah yang melindungi bangunan tua di Kota Magelang harus  segera di realisasikan. Eksekutif khususnya SKPD terkait harus segera  mengupayakan peraturan tersebut, minimal membuat perlindungan melalui  membuat &lt;em&gt;masterplan&lt;/em&gt; tata  ruang dan wilayah (Rt/Rw) yang  mengatur kawasan-kawasan lama yang harus dilindungi," tegas Edy  Sutrisno, Senin (28/3/2011).&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Menurutnya, kota tetap bisa maju  tanpa meninggalkan nilai sejarah. Kajian itu bisa dimulai dengan  melakukan inventarisasi bangunan tua yang harus dilindungi. Berdasarkan  inventarisasi tersebut, dapat ditentukan bangunan mana yang nilai  sejarahnya tinggi dan memang harus dibenar dijaga keutuhannya.  "Jika  belum ada usulan mengenai perda tersebut. Maka DPRD khususnya komisi C  bisa membentuk Perda Inisiatif," tandasnya.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pemerhati kota tua  dari Komunitas Kota Toea Kota Magelang, Bagus Priyana mengatakan, dengan  tidak adanya perda tersebut, Keberadaan kota tua di Kota Magelang bisa  hanya tinggal sejarah.   "Berdasarkan pengamatan kami, banyak bangunan  tua yang rusak dengan dirubah bentuknya. Penambahan atau perombakan  bangunan tua banyak yang menghilangkan kesan arsitektur lama," jelasnya.   &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dia mencontohkan keberadaan kampung tua di Kwarasan, Kelurahan  Cacaban. Rumah yang dulunya kampung kolonial ini banyak yang sudah  dirubah bentuknya. Penambahan tersebut dilakukan dengan menambah aksen  bangunan modern sehingga kesan lamanya hilang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Selain itu,  rehabilitasi yang dilakukan di Museum Jenderal Sudirman juga  memprihatinkan. Pada bagian belakang ornamen kayu jati pada pintu,  resplang dan jendela diganti menggunakan kayu Kalimantan.  "Jika ada  sebuah peraturan yang jelas, hal ini tidak mungkin terjadi," tambahnya.   &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Terpisah, Wakil Wali kota Magelang, Joko Prasetyo mengakui,  Pemkot memang belum memiliki perda yang mengatur dan melindungi  bangunan-bangunan bersejarah di Kota Magelang. Namun, pihaknya akan  segera mengkaji regulasi tersebut dengan bagian hukum serta pihak-pihak  terkait.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; "&lt;em&gt;Insya Allah&lt;/em&gt;, dalam waktu dekat kami akan  segera berkoordinasi dengan bagian hukum dan pihak terkait untuk  mengkajinya, minimal nanti akan dibuat peraturan walikota (perwal)  dulu," katanya.  &lt;/p&gt; Sejauh ini, lanjut Joko, pemkot hanya bisa  mengupayakan dengan memberi imbauan kepada masyarakat dan instansi  terkait untuk selalu memelihara dan melestarikan bangunan-bangunan  warisan sejarah yang ada di Kota Magelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://regional.kompas.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3360732456954230680?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3360732456954230680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/04/ironi-kota-tua-magelang-yang-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3360732456954230680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3360732456954230680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/04/ironi-kota-tua-magelang-yang-tak.html' title='Ironi Kota Tua Magelang yang Tak Terlindungi'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-jzhsgkiMoLs/TZWIX-wiR7I/AAAAAAAAAHA/C3KVEkwocMU/s72-c/magelang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-7274658831564944548</id><published>2011-03-31T05:20:00.000+07:00</published><updated>2011-03-31T05:22:24.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>21 TKI Asal Magelang Dilaporkan Selamat</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MAGELANG, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Sebanyak 21 tenaga kerja  Indonesia (TKI) asal Magelang, Jawa Tengah, yang bekerja di Jepang   dilaporkan selamat dan masih bekerja di sejumlah pabrik. Mereka  memutuskan tidak pulang ke Tanah Air karena masih terikat kontak kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Jika  pulang sebelum masa kontrak selesai, mereka khawatir akan terkena  sanksi,"  ujar Asisten Administrasi Umum  Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Magelang Endra Endah Wacana, Senin (28/3/2011) di Magelang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka  berasal dari Kecamatan Salaman, Kaliangkrik, Ngluwar, Mertoyudan,  Mungkid, Candimulyo, Tempuran, Kajoran, Srumbung, dan Sawangan. Para TKI  yang tercatat pada tahun 2008-2010 itu tersebar di lokasi tempat  kerjanya masing-masing di berbagai kota di Jepang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Endra,  data  TKI ini dimungkinkan masih akan terus bertambah karena Pemerintah  Provinsi Jateng masih terus mendata jumlah TKI yang bekerja di Jepang  sebelum tahun 2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemprov Jateng juga menunggu data tentang  jumlah TKI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dari sejumlah  perusahaan perekrut tenaga kerja. "TKI yang bekerja sebagai ABK inilah  yang sama sekali belum kami ketahui bagaimana nasibnya,"  katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya  dilaporkan, dua dari sejumlah TKI yang bekerja sebagai ABK di Jepang  belum diketahui nasibnya, yakni Ikhwan Rosyadi (28) dan Maulfi Shodiq  Hasan (27). Keduanya adalah warga Desa Jogomulyo, Kecamatan Tempuran,  Kabupaten Magelang.&lt;/p&gt;Ayah kedua TKI tersebut, Harun Rosyid (53),  saat ini masih terus menunggu kabar  keberadaan dua putranya. Dia   berharap pemerintah dapat segera membantu mencari informasi tentang  kejelasan nasib mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://regional.kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-7274658831564944548?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/7274658831564944548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/03/21-tki-asal-magelang-dilaporkan-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7274658831564944548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7274658831564944548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/03/21-tki-asal-magelang-dilaporkan-selamat.html' title='21 TKI Asal Magelang Dilaporkan Selamat'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-421648790341549251</id><published>2011-03-26T21:10:00.001+07:00</published><updated>2011-03-26T21:14:09.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kali code'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gunung merapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lahar dingin'/><title type='text'>Sultan Minta Pemkab Sleman Percepat Pengerukan Material Merapi</title><content type='html'>&lt;b&gt;BANTUL--MICOM:&lt;/b&gt; Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri  Sultan Hamengkubowono X meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sleman untuk  meningkatkan intesntias pengerukan material di lereng Gunung Merapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, peningkatan intensitas pengerukan material vulkanis  Merapi di kali dan jurang akan mengurangi volume banjir lahar dingin  yang bisa sampai ke Kali Code di Kota Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau pasir-pasir itu dikeruk dan diambil atau disisihkan ke  pinggir kali atau pinggir jurang, akan mengurangi bebab tingginya  inensitas material yang turun, bahkan sampai ke Kali Code," kata Sri  Sultan seusai  peresmian program E-Ducation di Bantul, Sabtu (26/03).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, di bagian atas Merapi kini sudah tidak ada pepohonan  dan bangunan rumah. Sedangkan hujan masih terjadi, sehingga banjir lahar  dingin masih bakal melanda. (FU/OL-01)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mediaindonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-421648790341549251?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/421648790341549251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/03/sultan-minta-pemkab-sleman-percepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/421648790341549251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/421648790341549251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/03/sultan-minta-pemkab-sleman-percepat.html' title='Sultan Minta Pemkab Sleman Percepat Pengerukan Material Merapi'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-5606595477016993145</id><published>2011-01-27T20:38:00.001+07:00</published><updated>2011-01-27T20:51:49.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muntilan'/><title type='text'>Sejumlah Kiai Hadiri Pemakaman Mbah Dur</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MUNGKID –&lt;/strong&gt; Pemakaman Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes)  Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, KH  Abdurrahman Chudlori, dihadiri ribuan masyarakat. Mereka berjajar dari  mulai pondok hingga tempat pemakaman yang berjarak sekitar 500 meter  tersebut.    Masyarakat juga memadati jalan Magelang-Salatiga, sekitar rumah kediaman  almarhum dan pondok. Suasana sedih dan haru sangat terasa dalam lautan  manusia tersebut. Hujan tidak menyurutkan masyarakat untuk memberikan  penghormatan terakhir.&lt;br /&gt;Hadir  dalam pemakaman tokoh Partai  Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) sejumlah kiai maupun pejabat. Di  antaranya KH Dimyati Rois dari Kendal, KH Zuhri Ihzan (PWNU Jateng),  Ketua PPP Lukman Hakim Syaifudin. Sejumlah kepala daerah di Kedu juga  terlihat. Tampak pula Pujiono Cahyo Widianto alias Syeh Puji.&lt;br /&gt;Sejak  kabar meninggalnya salah satu kiai khos tersebut tersiar, petugas polisi  sudah menutup arus lalu lintas yang melintas di pondok. Sejak kemarin  sore, secara bergantian mereka menyalati jenazah di rumah duka. Kemudian  menjelang prosesi pemakaman, jenazah dipindahkan ke musala yang ada di  lingkungan pondok. Masyarakat masih diberi kesempatan untuk mensalatkan,  hingga menjelang prosesi.&lt;br /&gt;Bahkan hingga saat KH Nurul Huda Jazuli  dari Ploso Kuning, Kediri memberikan tausiah untuk mengenang almarhum,  di pojok musala masih saja masyaratkat mensalati. “Almarhum adalah kiai  muda yang multidimensional. Sayangnya usianya sangat pendek. Dia  meninggal dunia jauh di bawah usia saya,” kata pria Kiai Jazuli,  kemarin.&lt;br /&gt;Pengasuh Ponpes Al Falah Kediri tersebut menilai almarhum  dapat melayani para kiai sepuh. Meski muda, KH Abdurahman Chudlori yang  akrab disapa Mbah Dur tersebut dianggap sangat mumpuni di bidang agama.&lt;br /&gt;“Dulu,  saya diajari oleh Mbah Dalhar dari Muntilan maupun kiai dari Lasem  bahwa Kiai Chudlori adalah salah seorang yang tirakatnya baik. Oleh  anaknya, yakni almarhum, tirakat ini diteruskan dalam bentuk puasa  Senin-Kamis, mujahadahan pada malam hari serta lainnya. Ini satu  kelebihan almarhum. Karena itu para santri di Ponpes Tegalrejo untuk  tidak berkecil hati dengan kepergian almarhum. Selama para santri selalu  mengamalkan apa yang telah diajarkannya,” paparnya.&lt;br /&gt;Pada kesempatan  itu Bupati Magelang, Singgih Sanyoto, menyampaikan duka seluruh warga  setempat atas kepergian Mbah Dur. Almarhum, selama ini telah berjasa  memajukan kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara. “Masyarakat  Magelang kehilangan tokoh besar, mari kita mendoakan almarhum semoga  mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT," katanya.&lt;br /&gt;Mbah Dur  merupakan putra pertama pendiri Ponpes API Tegalrejo, almarhum KH  Chudlori. Dian meninggalkan seorang istri Nyai Nur Faizah dengan enam  anak yakni Nasrul Arif, Akhmad Izzudin, Kuni Sa'adati, Nur Kholida,  Linatun Nafisah dan Zaimatus Sofia, serta lima cucu.&lt;br /&gt;“Almarhum Mbah  Dur, patut menjadi teladan bangsa terutama saat menghadapi persoalan  yang rumit. Hal utama yang menonjol dari beliau adalah kearifan dan  kebijakannya," tutur Lukman Hakim.&lt;br /&gt;Mbah Dur meninggal dunia menjelang  usia 68 tahun karena sakit. Almarhum menderita penyakit kanker  paru-paru dan sejak 1 November 2010 lalu harus keluar masuk rumah sakit.  Mantan Mustasyar PBNU tersebut meninggal di Rumah Sakit (RS) Lestari  Raharja Magelang pukul 12.45, senin (24/1). Bahkan sebelum tutup usia,  dia sempat koma sejak Jumat (21/1). &lt;strong&gt;(dem)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://www.radarjogja.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-5606595477016993145?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/5606595477016993145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/sejumlah-kiai-hadiri-pemakaman-mbah-dur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5606595477016993145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5606595477016993145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/sejumlah-kiai-hadiri-pemakaman-mbah-dur.html' title='Sejumlah Kiai Hadiri Pemakaman Mbah Dur'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1643434134614460597</id><published>2011-01-27T20:32:00.000+07:00</published><updated>2011-01-27T20:33:52.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muntilan'/><title type='text'>Hari-hari Dramatis Bersama Lahar Dingin</title><content type='html'>&lt;strong&gt;AWAN &lt;/strong&gt;hitam di langit, rintik hujan, suara-suara informasi dan raungan sirene berseliweran di pesawat HT &lt;em&gt;(handy talky&lt;/em&gt;), serta wajah-wajah tegang para relawan, adalah indikasi bahwa sedang terjadi sesuatu di atas, yakni Gunung Merapi.&lt;p&gt;Inilah  rentetan drama ketegangan yang setiap hari terjadi di Muntilan, Kab.  Magelang dua bulan terakhir ini, menyusul masih seringnya terjadi hujan  di kawasan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Di atas melaporkan, tidak dalam kondisi landai,  sedang hujan deras, kita diharap waspada dengan akan terjadinya bajir  lahar dingin, kali ini sungai Pebelan, " kata Alex, salah seorang  relawan di pos pemantauan Kompag merespon infomasi dari pos Induk, di  Kec. Dukun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demi mengontrol kondisi yang terjadi di puncak dan  lereng Merapi, kini dikendalikan lewat pos-pos pemantauan bencana. Salah  satu diantaranya adalah Kompag (Komunikasi Peduli Aktivitas Gunung  Merapi) yang sekarang berkonsentrasi pada penanganan bencana lahar  dingin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di posko ini berkumpul banyak orang diantaranya, relawan,  anggota SAR, wartawan, bahkan korban bencana yang ikut sebagai relawan.  Pos ini menempati bekas showroom sepeda yang sudah dikosongkan akibat  bencana yang berada di pinggir Desa Jumoyo, di pinggir jalan raya  Magelang - Jogja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di pos itu hanya ada meja rongsok sebagai tempat  alat penerima pesawat rig dan beberapa HT. Alat-alat ini yang bisa  bertukar informasi dengan pos-pos lain untuk memantau perkembangan  cuaca, debit air sungai atau info penting, terutama dari pos induk di  dusun Rejosari, Talun, kec, Dukun, Magelang. Di mana lewat pos ini bisa  dipantau ke mana kira-kira banjir lahar dingin itu mengarah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti  Senin siang 24/1) kemarin, posko induk mengabarkan, debit air sudah  memenuhi Sungai Pabelan. Berarti banjir lahar dingin akan mengalir di  sungai terbesar di antara sungai-sungai lain yang melewati jalan utama  Magelang - Jogja itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungai Pabelan ini berjarak 4 km dari Sungai  Putih. Sungai Pabelan ini terbesar di antara beberapa sungai yang  berhulu di lereng Merapi, yakni Sungai Blongkeng, Senowo, Putih,  Tringsing, Cacaban atau Sungai Juweh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Betul juga. Dalam hitungan  menit, air keruh bercampur pasir dan material lain sudah bergolak  mengerikan dengan warna coklat. Pemandangan ini menarik warga yang  menontonnya dari atas jembatan Pabelan di Desa Pabelan, Kec. Mungkid.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengosongkan jalan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sementara  Sungai Pabelan bergolak, pos induk menginformasikan, banjir susulan  akan menerjang Sungai Putih yang berjarak 4 km dari Pabelan, sehingga  polisi harus mengosongkan ruas jalan Magelang - Jogja ini. Pengosongan  ini untuk mengantisipasi banyaknya kendaraan yang terjebak dan lumat  oleh terjangan lahar dingin seperti beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bribtu  Hadi S tak henti-hentinya memerintahkan para warga yang masih nekat  berdiri di jembatan dan bantaran Sungai Putih di Desa Jumoyo kec. Salam,  Magelang untuk segera menjauh dan meninggalkan tempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kecuali  petugas dan relawan, semua warga harap meninggalkan tempat ini. Kami  tidak mau lagi harus menggotong-gotong korban seperti kemarin-kemarin,"  seru Hadi S. lewat megapon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi seruan itu tak digubris warga.  Terbukti mereka masih berdiri di atas bebatuan di bantaran sungai demi  menyaksikan debit air sungai Putih yang mulai meninggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Magnet  apakah sebenarnya dari lahar dingin itu? Sehingga warga masyarakat rela  menyaksikan drama datangnya lahar dingin di ketegangan yang ada?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senin  sore kemarin, adalah drama ketegangan kesekian yang dirasakan semua  orang yang ada di ruas jalan utama itu, persisnya antara Desa Gulon -  Desa Jumoyo. Desa-desa itulah yang diapit Sungai Putih dan Sungai  Pabelan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disebut ketegangan kesekian, karena sudah 3 kali warga  masyarakat dicekam kengerian terjangan lahar dingin yakni tanggal 3, 7  dan 23 Januari 2011. Karena terjangan lahar ini telah melumat 309 rumah,  dengan rician 87 rumah hanyut, 149 rusak berat, 63 rusak sedang, dan 10  rusak ringan. Serta beberapa mobil, sepeda motor, dan korban jiwa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amukan  lahar dingin ini juga melumat 9 jembatan, 2 ruas jalan di Sungai Putih  dan Sungai Pabelan. Sampai kapan para relawan dan petugas pemantauan itu  akan tetap berada di pos-posnya, tidak seorang pun yang tahu. Termasuk,  mungkin, Surono, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi,  "Kita semua tidak tahu kapan hujan akan berhenti, kalau pun nanti  berhenti, kelak kalau ada musim hujan lagi, ya lahar dingin ini masih  akan terus ada," kata Surono.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara data, Surono ada benarnya,  karena di rongga Merapi saat ini masih tersimpan sekitar 150 juta meter  kubik material vulkanik, dan sekarang baru sekitar 30 persennya yang  keluar berupa banjir lahar dingin itu.&lt;/p&gt;    (Bambang Iss/CN25)&lt;br /&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1643434134614460597?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1643434134614460597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/hari-hari-dramatis-bersama-lahar-dingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1643434134614460597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1643434134614460597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/hari-hari-dramatis-bersama-lahar-dingin.html' title='Hari-hari Dramatis Bersama Lahar Dingin'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-6469691062310015528</id><published>2011-01-27T20:24:00.002+07:00</published><updated>2011-01-27T20:27:20.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah naga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secang'/><title type='text'>Produktivitas Buah Naga Turun Akibat Cuaca Ekstrem</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUFyihCCOgI/AAAAAAAAAGQ/8P3FqIRjUmg/s1600/buah%2Bnaga.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUFyihCCOgI/AAAAAAAAAGQ/8P3FqIRjUmg/s320/buah%2Bnaga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566856551714667010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Magelang, CyberNews. &lt;/strong&gt;Cuaca ekstrem telah memupus  harapan Said (70) untuk bisa meraup untung banyak menjelang pergantian  tahun baru Cina (Imleks/Sincia 2561) yang jatuh 3 Februari 2011.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanaman buah naga (dragon fruit) yang ditanam di kebunnya Dusun  Sempu, Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, tidak  berbuah maksimal seperti tahun-ahun sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Setiap pohon hanya berbuah dua-tiga. Tahun lalu sampai 20  buah/pohon,” tutur Samsudin (45), pegawai Kebun Buah Naga Sempu, Kamis  (27/1).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soal animo pembeli, masih tetap tinggi. Tak hanya warga Magelang,  tetapi juga Semarang, Temanggung, Solo, Wonosobo dan Salatiga. Karena di  kebun itu tersedia 1.200 batang pohon buah naga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tetapi sayangnya pesanan tak dapat dipenuhi karena jumlah hasil  panen tidak memadai. Yang kasihan pemesan dari Semarang gagal  mengirimkan buah naga dari Sempu kepada kerabatnya di Hong Kong,” tutur  Erna, pegawai lain di kebun itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Said, yang banyak dicari menjelang Imlek, buah naga berwarna  merah dan super merah serta bersirip panjang. Mereka biasanya memerlukan  untuk sesaji dan dikonsumsi sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Said menanam buah naga lima tahun silam. Bibitnya membeli di  Pasuruhan, Jatim, Rp 15.000 dengan ukuran panjang 15 cm. Bibit itu  ditanam pada lahan seluas 1.500 meter persegi. Umur satu setengah tahun  tanaman itu berbuah. Panen tiap musim hujan antara Oktober sampai April.  Setiap kubangan menghasilkan 8 buah, masing-masing seberat 0,5 kg.  Tetapi ada juga yang mencapai 9,78 Gram. Oleh Said, buah itu dijual Rp  20.000/kg.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buah naga yang dikembangkan Said jenis kulitnya kuning kemerahan  dengan daging putih (selenicerius megalanthus). Ia juga  mulai  membudidayakan buah naga jenis daging super merah (hylocereus  costaricensis). Buah naga super merah oleh sebagian kalangan diyakini  bisa menurunkan kadar gula dan kolesterol.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Tuhu Prihantoro      / CN16 / JBSM     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-6469691062310015528?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/6469691062310015528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/produktivitas-buah-naga-turun-akibat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6469691062310015528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6469691062310015528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/produktivitas-buah-naga-turun-akibat.html' title='Produktivitas Buah Naga Turun Akibat Cuaca Ekstrem'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUFyihCCOgI/AAAAAAAAAGQ/8P3FqIRjUmg/s72-c/buah%2Bnaga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-6205247380572525117</id><published>2011-01-26T21:26:00.000+07:00</published><updated>2011-01-26T21:27:55.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akmil'/><title type='text'>Sespri Presiden SBY Diganti</title><content type='html'>REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kolonel (Inf) Agung Risdhianto mendapat  jabatan baru sebagai Sekretaris Pribadi Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono. Pengangkatan itu berdasarkan Keputusan Panglima TNI No  34/2011 tertanggal 25 Januari 2011. Mutasi Agung ini bersamaan dengan  mutasi puluhan perwira lain di lingkungan TNI. Keputusan berlaku mulai 1  Februari mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surat Keputusan itu diputuskan tentang  pemberhentian dari dan pengangkatan yang terdiri dari 11 orang di  jajaran Mabes TNI, 7 orang di jajaran TNI AD, 15 orang di jajaran TNI  AL,  2 orang di jajaran Lemhannas RI, 1 orang di jajaran Universitas  Pertahanan, dan 1 orang di jajaran Sekretaris Pribadi Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadispenum  Puspen TNI Kolonel Minulyo Suprapto, dalam rilis tertulis pada Rabu  (26/1), mengatakan, mutasi itu dalam rangka pembinaan organisasi TNI,  yakni guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan  semakin berat ke depan. "TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja  TNI melalui Mutasi dan Promosi Jabatan Personel di tingkat Strata Pati  sehingga kinerja TNI ke depan lebih optimal," kata Minulyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  situs Sekretariat Kabinet, saat ini Sekretaris Pribadi Presiden masih  dijabat Brigjen (TNI) Ediwan Prabowo. Agung saat ini masih menjabat  sebagai Pabandya IV/Siapsat/SOPS Angkatan Darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan,  perwira TNI lain yang dimutasi di antaranya Laksda TNI Soleman B Ponto  dari Aspam Kasal menjadi Kabais TNI, Mayjen (TNI) Suharsonodari Gubernur  Akmil menjadi Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen (TNI) Ridwan dari Dirlat  Kodiklat TNI AD menjadi Dan Secapa AD. n ikh&lt;br /&gt;sumber:http://www.republika.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-6205247380572525117?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/6205247380572525117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/sespri-presiden-sby-diganti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6205247380572525117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6205247380572525117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/sespri-presiden-sby-diganti.html' title='Sespri Presiden SBY Diganti'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1915999205270421097</id><published>2011-01-26T21:24:00.000+07:00</published><updated>2011-01-26T21:26:18.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akmil'/><title type='text'>Agung Risdhianto Jadi Sekretaris Pribadi Presiden</title><content type='html'>&lt;p&gt;JAKARTA (Pos Kota) – Dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna  mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke  depan, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja TNI melalui Mutasi  dan Promosi Jabatan Personel di tingkat Strata Pati sehingga kinerja TNI  ke depan lebih optimal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan  Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/ 34/ I / 2011  tanggal  25 Januari  2011, telah diputuskan tentang pemberhentian dari dan  pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI  yang terdiri dari 11   orang di jajaran Mabes TNI,  7  orang di jajaran TNI AD, 15 orang di  jajaran TNI AL,  2 orang di jajaran Lemhannas RI, 1 orang di jajaran  Universitas Pertahanan (Unhan) dan 1 orang di jajaran Sekretaris Pribadi  Presiden RI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam mutasi tersebut  tercatat  sebagai  berikut :  17 orang mutasi  antar jabatan dalam pangkat yang sama diantaranya :  Laksda TNI Soleman  B. Ponto, S.T. dari Aspam Kasal menjadi Kabais TNI, Mayjen TNI Hatta  Syafrudin dari Pangdam XVI/Ptm menjadi Koorsahli Kasad, Mayjen TNI  Suharsono, S.IP. dari Gubernur Akmil menjadi Pangdam XVI/Ptm, Laksma TNI  Agus Heryana dari Pati Mabesal menjadi Waaspam Kasal, Brigjen TNI  Ridwan dari Dirlat Kodiklat TNI AD menjadi Dan Secapaad, Brigjen TNI Dr.  Ir Suharno, M.M. dari Pa Sahli Tk. II Bid. Intekmil Panglima TNI  menjadi Kababek TNI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Brigjen TNI Ir Abdul Rahim dari Dansatkomlek TNI menjadi Pa Sahli Tk.  II Bid. Intekmil Panglima TNI, Laksma TNI Arie Henrycus Sembiring M.  dari Kaskolinlamil menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI I N G N  Aryatmaja, S.E. dari Danguskamlabar menjadi Kaskolinlamil, Brigjen TNI  (Mar) Triono Sulistyohadi dari Danlantamal XI/Mer menjadi Staf Khusus  Kasal dan Laksma TNI Ir. Eko Djalmo Asmadi dari Kadismapal menjadi Staf  Khusus Kasal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiga belas orang promosi jabatan diantaranya:  Laksma TNI Ir. I Putu  Yuli Adnyana dari Waaspam Kasal menjadi Aspam Kasal, Brigjen TNI  Bachtiar, S.IP. dari Dansecapaad menjadi Gubernur Akmil, Brigjen TNI  Drs. Johanes Budi Rahardjo dari Kababek TNI menjadi Pa Sahli Tk. III  Bid. Banusia Panglima TNI, Kolonel Inf Mulyono dari Wadan Secapaad  menjadi Dirlat Kodiklat TNI AD, Kolonel Chb Rusmanto dari Paban  IV/Sistek Skomlek TNI menjadi Dansatkomlek TNI, Kolonel Laut (P)  Pranyoto, S.Pi. dari Sahli A Wilnas Pangarmatim menjadi Dirlat Kodiklat  TNI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kolonel Laut (P) Desi Albert Mamahit, M.Sc. dari Paban V/Straops  Sopsal menjadi Danguskamlabar, Kolonel Mar Bambang Soemarjono dari  Irkobangdikal menjadi Danlantamal XI/Mer, Kolonel Laut (T) Teguh  Prihantono dari Sekdispamal menjadi Kadispamal, Kolonel Laut (P)  Sulaeman Bandjar Nahor, S.E. dari Irarmabar menjadi Danguspurlatim dan  Kolonel Inf Agung Risdhianto, M.B.A., dari Paban IV/ Siapsat Sopsad  menjadi Sekretaris Pribadi Presiden RI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu tujuh orang dalam rangka pensiun diantaranya: Mayjen  TNI Anshory Tadjudin dari Kabais TNI menjadi Pati Mabes TNI AD, Mayjen  TNI (Mar) O. Sumantri Dipradja, S.IP. dari TA. Pengajar Bid. Geopol  &amp;amp; Wasantara Lemhannas RI menjadi Pati Mabes TNI AL, Mayjen TNI Deddy  Setia Budiman dari Pa Sahli Tk.III Bid Banusia  Panglima TNI menjadi  Pati Mabes TNI AD dan Laksma TNI Abdul Latif dari Kadiswatpersal menjadi  Pati Mabes TNI AL.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/ 34/ I / 2011  tanggal 25 Januari  2011 tersebut berlaku terhitung mulai tanggal 1 Februari 2011.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Authentikasi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kadispenum  Puspen TNI, Kolonel Cpl Ir. Minulyo Suprapto, M.Sc., M.Si., M.A&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://www.poskota.co.id&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1915999205270421097?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1915999205270421097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/agung-risdhianto-jadi-sekretaris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1915999205270421097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1915999205270421097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/agung-risdhianto-jadi-sekretaris.html' title='Agung Risdhianto Jadi Sekretaris Pribadi Presiden'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3828222524571661975</id><published>2011-01-26T21:08:00.001+07:00</published><updated>2011-01-26T21:10:21.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akmil'/><title type='text'>Panglima TNI Terima Pepabri di Mabes Cilangkap</title><content type='html'>&lt;p&gt;JAKARTA (Pos Kota) – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E.  menerima kunjungan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI  dan Polri (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) H. Agum Gumelar  di ruang tamu  Panglima TNI Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (24/1). Kunjungan  tersebut  dimaksudkan untuk bersilaturahmi.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam pertemuan tersebut dibicarakan berbagai hal yang berkaitan  dengan TNI dan Polri. Diharapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan   TNI dan Polri semakin solid demi persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan  Republik Indonesia (NKRI). Selain itu Ketua Pepabri menyampaikan program  kerja tahun 2011 diantaranya Pepabri akan melaksanakan kunjungan ke  Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan  Laut (AAL) dan Akademi Kepolisian (Akpol).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua  Umum Pepabri dan rombongan atas kunjungannya dan sangat mendukung  program-program Pepabri yang telah tersusun dengan baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat menerima tamunya Panglima TNI didampingi Aspers Panglima TNI  Marsda TNI Daryatmo, S.Ip, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Azmyn Yusri  Nasution dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, SE. Sedangkan  Ketua Umum Pepabri didampingi Komjen Pol (Purn) Drs. Yun Mulyana  (Sekretaris Jenderal), Mayjen TNI (Purn) H. Moch. Akip Renatin (Ketua  Departemen Organisasi), Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma (Ketua Departemen  Komsospolkam), Mayjen TNI (Purn) H. Bachrul Ulum (Ketua Departemen  Ekonomi), Laksda TNI (Purn) H. Warsono HP. MA. (Ketua Departemen Jah  &amp;amp; Bintalbud), Warakawuri Ny. Sri Retnaningsih Sugeng AS. (Ketua  Departemen Wanita), Marsda TNI (Purn) Hari Dwiyono Widodo (Bendahara)  dan Laksma TNI (Purn) H. Soenardjo (Wakil Sekretaris Jenderal).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://www.poskota.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3828222524571661975?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3828222524571661975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/panglima-tni-terima-pepabri-di-mabes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3828222524571661975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3828222524571661975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/panglima-tni-terima-pepabri-di-mabes.html' title='Panglima TNI Terima Pepabri di Mabes Cilangkap'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-7374475464319311691</id><published>2011-01-26T21:06:00.000+07:00</published><updated>2011-01-26T21:07:51.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>14 Unit Pamsimas Kudus Siap Dibangun</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus,CyberNews.&lt;/strong&gt; Sebanyak 14 unit Pamsimas untuk 14  desa di Kabupaten Kudus tahun ini siap dibangun. Saat ini telah memasuki  tahap sosialiasi, namun penetapan lokasi pembangunan belum ditentukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala  Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus, Heri Triyogo melalui  Kabid Cipta Karya Heru Subiyantoko, mengatakan penetapan lokasi  pembangunan menunggu Surat Keputusan Bupati. Saat ini, katanya, SK  tersebut masih digodok.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait pembangunan 14 Pamsimas yang  menelan dana Rp 3,8 miliar dari APBN serta pendamping APBD, pihaknya  mengadapkan bisa mengatasi krisis air di Kudus. Menurutnya, setiap desa  akan memperoleh dana sebesar Rp 275 juta dengan perincian Rp 197 juta  berasal dari pusat, Rp 22 juta dari pendampingan APBD Kabupaten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara  sisanya merupakan kontribusi wajib dari desa berupa material dan  tenaga. Kecuali untuk Desa Prambatan Kidul, total dana berasal dari APBD  Kabupaten. Pasalnya, Pamsimas di desa tersebut merupakan program  replikasi yang mana pembiayaannya dibebankan pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejauh  ini, menurut Heru, masih banyak desa-desa yang membutuhkan fasilitas  Pamsimas. Desa-desa tersebut merupakan desa dengan indikasi angka  kemiskinan yang tinggi serta kategori kekurangan air bersih. Menurutnya,  tidak semua desa bisa dibangun pamsimas. "Harus ada survei dan kajian  mendalam," katanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Total desa yang tersentuh Pamsimas dari  pembangunan tahun 2008 sampai 2010 mencapai 36 desa. Di antaranya adalah  Glagah Waru, Sadang, Jepang, Mejobo,Hadiwarno, Golantepus, Gondosari,  Rahtawu, Karangmalang, Undaan Kidul,Setrokalangan, Kedungdowo,serta  Prambatan Kidul, dan Garung Lor.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Zakki Amali      / CN26 / JBSM     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;                                                                           sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-7374475464319311691?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/7374475464319311691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/14-unit-pamsimas-kudus-siap-dibangun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7374475464319311691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7374475464319311691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/14-unit-pamsimas-kudus-siap-dibangun.html' title='14 Unit Pamsimas Kudus Siap Dibangun'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-2681767245509252747</id><published>2011-01-26T21:03:00.002+07:00</published><updated>2011-01-26T21:06:20.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Didistribusikan, Raskin untuk 35 Ribu RTS di Kudus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUAqNIjIMzI/AAAAAAAAAGI/xrSpFclHaTA/s1600/mejobo%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 236px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUAqNIjIMzI/AAAAAAAAAGI/xrSpFclHaTA/s320/mejobo%2B4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566495544551420722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, Cybernews.&lt;/strong&gt; Beras untuk rakyat miskin (Raskin)  untuk warga Kudus mulai didistribusikan mulai Rabu (12/1) sampai dengan  20 Januari 2011. Hal ini berdasarkan Surat Gubernur Jateng No 551/23857  tertanggal 23 Desember 2010 tentang pagu alokasi raskin provinsi Jateng  2011.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di dalam aturan tersebut dijelaskan juga mengenai jumlah yang  diterima oleh masing-masing rumah tangga sasaran (RTS) yaitu sebanyak 15  kg. Harga jual beras masih seperti pada tahun lalu yaitu Rp 1.600/kg.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bupati Kudus, H Mustofa, mengatakan pembagian raskin di Kudus  mencapai 35.502 RTS, dengan jatah masing-masing sebanyak 15 kg sehingga  total raskin sebanyak 532.530 kg. Ia mengatakan secara umum program ini  sangat bermanfaat, karena harga beras di pasaran cenderung naik setiap  akhir hingga awal tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diharapkan penyaluran raskin di awal tahun akan mengurangi beban  pengeluaran rumah tangga miskin. Hal tersebut  juga bisa menahan laju  kenaikan harga beras.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Tak hanya tingkat rumah tangga saja, program raskin dapat membantu  perwujudan ketahanan pangan di tingkat nasional. Harapannya, program  pengadaan raskin dapat memacu produksi beras dalam negeri. Hal ini  dikarenakan jika produksi beras dalam negeri tinggi, serapan beras juga  lebih baik. Akibatnya swasembada beras dapat dipertahankan," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada lima indikator, imbuhnya, yang digunakan dalam penyaluran raskin  agar pencapaiannya lebih optimal, yakni tepat sasaran, jumlah, harga,  waktu, administrasi, dan kualitas. Untuk itu Kepala desa/kelurahan  setempat dan pihak-pihak terkait untuk aktif melakukan pengawasan  terhadap penyaluran raskin di wilayahnya agar tidak terjadi  penyimpangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Jika ditemukan ada beras yang tidak layak konsumsi, masyarakat  dipersilahkan untuk melapor ke perangkat setempat yang kemudian akan  diteruskan ke Dolog untuk mendapatkan penggantian. Hal ini dimungkinkan  karena distribusi dilakukan pada saat cuaca seperti ini, di mana bisa  saja beras terkena air hujan dan ketika sampai ke tangan penerima tidak  sesuai lagi dengan kualitas awalnya," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk rincian penerima setiap kecamatan adalah Kecamatan Jati  sebanyak 51.780 kg untuk 3.452 RTS, Bae 41.265 kg untuk 2.751 RTS, Dawe  90.540 kg untuk 6.036 RTS dan Jekulo 80.520 kg untuk 5.368 RTS. Gebog  62.040 kg untuk 4.136 RTS, Kaliwungu 52.200 kg untuk 3.480 RTS, Kota  45.510 kg untuk 3.034 RTS, Mejobo 39.720 kg untuk 2.648 RTS dan Undaan  68.955 kg untuk 4.597 RTS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-2681767245509252747?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/2681767245509252747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/didistribusikan-raskin-untuk-35-ribu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2681767245509252747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2681767245509252747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/didistribusikan-raskin-untuk-35-ribu.html' title='Didistribusikan, Raskin untuk 35 Ribu RTS di Kudus'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUAqNIjIMzI/AAAAAAAAAGI/xrSpFclHaTA/s72-c/mejobo%2B4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-8188375593937949459</id><published>2011-01-26T20:57:00.001+07:00</published><updated>2011-01-26T20:59:59.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandongan'/><title type='text'>Pengusaha Konveksi Keluhkan Kenaikan Harga Kain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUAoxo6IoAI/AAAAAAAAAGA/7Zu4g9dCp1Y/s1600/bandongan.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUAoxo6IoAI/AAAAAAAAAGA/7Zu4g9dCp1Y/s320/bandongan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566493972689887234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Magelang, CyberNews. &lt;/strong&gt;Sejumlah pengusaha konveksi  mengeluhkan kenaikan harga bahan baku berupa kain pada awal tahun ini  bahkan sudah berangsur-angsur naik setelah peristiwa erupsi Merapi.  Hanya saja mereka merasa pasrah meski agak berat menerimanya karena mau  tidak mau turut menaikkan harga produk konveksinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mustafa Kamal  (48), pemilik usaha konveksi SWN mengatakkan, bahwa kenaikan harga bahan  baku terutama kain sudah terjadi paskaerupsi Merapi dua bulan silam,  sekitar 30 persen. Bahkan terus meningkat hingga sekarang meski sempat  menurun tipis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum terjadi Merapi, katanya harga kain Rp 8000  per meter dan kain kaos Rp 37 ribu per kilogram. Setelah bencana Merapi  harga naik menjadi Rp 12 ribu/m dan Rp 55 ribu/kg. Sekarang untuk kain  kaos sedikit sedikit turun, sebesar Rp 5000 sehingga harga sekarang  menjadi Rp 50 ribu/kg.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami kurang mengetahui persis penyebab  kenaikan tersebut karena sudah dari grosirnya di Jogja. Yang jelas  ketika saya belanja bahan baku setelah terjadi bencana ala, harga sudah  naik,” ujarnya saat ditemui di rumah produksinya di Desa Gandusari  Bandongan Magelang, Minggu (23/1).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibat kenaikan harga bahan  baku yang paling penting tersebut, pihaknya pun mau tidak mau menaikkan  harga produknya agar tidak mengalami kerugian. Namun demikian, dia hanya  bisa menaikkan harga sedikit karena takut akan terjadi penurunan  pelanggan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Harganya kita naikkan 10 persen atau Rp 2500 per stel  pakaian. Misalnya untuk pakaian seragam sekolah, dulu seharga Rp 25 ribu  per stel, sekarang naik menjadi Rp 27.500 per stel. Kita tidak berani  menaikkan banyak karena takut pelanggan berkurang. Apalagi kebanyakan  pelanggan dari masyarakat kecil,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain pakaian seragam  sekolah, dia juga membuat aneka produk konveksi lainna seperti kaos,  pakaian training, jaket, rompi, dan lain sebagainya. Meski ada kenaikan,  kata bapak tiga putra ini pesanan masih tetap ramai. Selain karena  kualitas, perusahaan ini merupakan satu-satunya usaha konveksi yang  berdiri di tengah-tengah kampung sehingga menjadi tujuan utama  masyarakat sekitar terutama instansi pendidikan untuk membuat aneka  pakaian mulai dari seragam hingga perorangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ya syukurlah  pesanan masih banyak. Rata-rata dalam sebulan ada sekitar 1000 pcs  pesanan. Lumayan masih cukup untuk menutup biaya produksi dan membayar  karyawan,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluhan akan kenaikan harga bahan baku ini  tidak hanya dari pengusaha konveksi, tapi juga para penjahit yang sering  menerima pesanan pembuatan pakaian terutama seragam sekolah. Muh  Jarkoni (58), salah satunya. Ia pun turut merasakan dampak kenaikan  bahan baku tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pak Muh, sapaan akrabnya mengatakan bahwa ia  menaikkan harga pakaian baru yang dibuatnya sejak harga bahan baku naik.  Saat ini, untuk pakaian kemeja dipatok Rp 25 ribu/potong, celana  panjang Rp 40 ribu/potong, jaket Rp 50 ribu/potong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya kurang  mengetahui persis penyebab kenaikannya, mungkin karena bencana alam  maupun karena harga kebutuhan pokok yang juga naik. Meski harga tarif  pembuatan naik, tapi kenaikannya tidak banyak, rata-rata per potong naik  Rp 5000 sampai Rp 10 ribu tergantung tingkat kesulitan,” jelasnya.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Asef Amani      / CN27 / JBSM     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-8188375593937949459?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/8188375593937949459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pengusaha-konveksi-keluhkan-kenaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8188375593937949459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8188375593937949459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pengusaha-konveksi-keluhkan-kenaikan.html' title='Pengusaha Konveksi Keluhkan Kenaikan Harga Kain'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TUAoxo6IoAI/AAAAAAAAAGA/7Zu4g9dCp1Y/s72-c/bandongan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-4614776010096748870</id><published>2011-01-23T11:50:00.002+07:00</published><updated>2011-01-23T11:57:20.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akmil'/><title type='text'>Sari Tebu Untuk Calon Perwira Militer Hingga RI-1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTu1ErDyRkI/AAAAAAAAAF4/jvtePyQ_FTo/s1600/akmil%2Bmagelang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 274px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTu1ErDyRkI/AAAAAAAAAF4/jvtePyQ_FTo/s320/akmil%2Bmagelang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565240856429086274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;Magelang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  -Dulu, tiga tahunan lalu, sebuah kebun tebu rimbun tumbuh di lahan itu.  Meski kini telah berubah menjadi restoran dan kafe, orang masih  mengenalnya sebagai Kebon Tebu. Ya, New Kebon Tebu Resto and Cafe  namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada di jalan jalan Gatot Subroto kota Magelang,  restoran dengan fasilitas lengkap itu terletak persis di depan kompleks  Akadami Militer. Hall luas berkapasitas 1.000 orang dengan sarana  karaoke, dua meja bilyard di lantai dua, sawung untuk menikmati menu  makanan berkonsep outdor hingga minimarket yang menjual pernak-pernik  suvenir dan oleh-oleh. “Selain indor,” kata Asisten Manajer New Kebon  Tebu Resto and Cafe Aris Setiawan, Jumat (14/1) siang, “Konsepnya juga  outdor.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lokasi yang persis di depan Akademi Militer,  restoran ini kerap menjadi jujukan Taruna Akademi Militer mampir di  waktu pelesiran. Menurut Aris, di hari-hari saat Taruna diberi izin  pelesir, hampir bisa dipastikan tempatnya selalu ramai oleh calon-calon  perwira tentara itu. Biasanya, lanjut dia, hari Jumat, Sabtu dan Minggu.  “Yang paling ramai akhir pekan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tempatnya pun  menjadi langganan lokasi Taruna merayakan ulang tahun. Dekat dan nyaman,  mungkin menjadi salah satu faktor penyebabnya. Selain itu, dengan menu  makanan beragam, restoran ini mensasar pelanggan dari kelas bawah hingga  atas. Tak heran, restoran senyaman itu pun mematok harga relatif murah.  Dari Rp 7 ribuan hingga puluhan ribu untuk harga per porsi makanan dan  minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam laba-laba, demikian Aris menyebut menu andalan.  Ayam goreng crispy itu cukup digemari pelanggannya. Juga ada saus kabut  sutra yang khusus dihidangkan bersama menu seafood. Adapun minuman  andalan di tempat ini, adalah es sari tebu. Bahan baku tebu didatangkan  secara khusus dari Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air perasan dari tebu itu berwarna  kehijauan. Rasa manisnya tak bikin perut eneg dan cocok diseruput di  siang hari yang terik. Selain segar, perasan air tebu itu juga diyakini  berkhasiat menurunkan gula darah penderita diabetes. “Gula dilawan  dengan manis,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menawarkan paket perorangan,  restoran ini sekaligus melayani paket makanan untuk jamuan pernikahan  dan reuni. Sejumlah temu reuni alumni Akademi Militer pernah digelar  disini. Diantaranya adalah para alumni tahun 1965. “Sekitar seribu orang  undangan hadir di sini,” kata dia mengingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringnya restoran  ini digunakan perwira dan calon perwira militer, kata dia, itu lantaran  telah ada kerjasama dengan pihak Akademi Militer. Bahkan, saat Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono mampir ke Akmil Magelang dalam kunjungan  meninjau korban bencana Merapi, makanan yang dihidangkan dipesan dari  restoran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didirikan Maret 2009 lalu, awalnya restoran ini tak  bernama. Hingga seorang kawan dari owner restoran Fredy Susanto  mensarankan nama Kebon Tebu. Gayung bersambut, apalagi pengusaha asal  Magelang langsung teringat sebuah minuman sari tebu yang pernah  ditemuinya. Dengan tetap mempertahankan es sari tebu andalan, 4 bulan  lalu restoran kembali berganti nama. New Kebon Tebu Cafe and Resto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANANG ZAKARIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://www.tempointeraktif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-4614776010096748870?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/4614776010096748870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/sari-tebu-untuk-calon-perwira-militer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/4614776010096748870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/4614776010096748870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/sari-tebu-untuk-calon-perwira-militer.html' title='Sari Tebu Untuk Calon Perwira Militer Hingga RI-1'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTu1ErDyRkI/AAAAAAAAAF4/jvtePyQ_FTo/s72-c/akmil%2Bmagelang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-6800397410787270927</id><published>2011-01-21T21:51:00.002+07:00</published><updated>2011-01-21T21:53:11.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secang'/><title type='text'>Harga Gula Pasir Naik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTmdx4etz1I/AAAAAAAAAFw/nZbXRGA-yB0/s1600/secang%2Bmagelang%2B6.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 306px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTmdx4etz1I/AAAAAAAAAFw/nZbXRGA-yB0/s320/secang%2Bmagelang%2B6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564652294893326162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEMANGGUNG--MICOM:&lt;/span&gt; Harga gula  pasir di Temanggung dan Magelang, Jawa Tengah naik Rp 2.000 / kg dalam  sepekan terakhir. Pantauan di sejumlah pasar tradisional di dua daerah  itu, harga gula pasir saat ini Rp 11.000/kg. Padahal, sepekan sebelumnya  harga gula pasir lokal masih Rp 9.000/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk gula pasir secara eceran dijual seharga Rp  3.000 untuk seperempat kg. "Ini harga gula mulai naik lagi, tidak tahu  kenapa,"kata Ani,40 pedagang sembako di Pasar Kliwon Temanggung, Minggu  (16/1). Menurut Budi, 30, pedagang di Pasar Secang Magelang, biasanya  gula hanya naik jika menjelang hari raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun kali ini kenaikannya tidak tentu. Ini tidak hari raya juga naik,"katanya, Minggu (16/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sejumlah konsumen mengeluhkan kenaikan harga gula.  "Sekarang apa-apa mahal. Gula juga ikutan mahal harganya. Naik  terus,"gerutu Kastumi, warga Magelang. (OL-12)&lt;br /&gt;sumber:http://www.mediaindonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-6800397410787270927?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/6800397410787270927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/harga-gula-pasir-naik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6800397410787270927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6800397410787270927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/harga-gula-pasir-naik.html' title='Harga Gula Pasir Naik'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTmdx4etz1I/AAAAAAAAAFw/nZbXRGA-yB0/s72-c/secang%2Bmagelang%2B6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-5615718077942806843</id><published>2011-01-21T21:49:00.000+07:00</published><updated>2011-01-21T21:50:37.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secang'/><title type='text'>Lodeh Rumahan dari Secang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Bayangkan menyantap sepiring sayur  lodeh dengan nasi hangat dan potongan ikan asin. Seusai makan, kita  ditemani teh tubruk dalam sajian cangkir blirik. Itulah kenikmatan di  Kedai Kopi Klotok di Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak  susah menemukan lokasi kedai yang terletak di tepi Jalan Raya  Magelang-Semarang, sekitar 6 kilometer sebelum Kota Magelang dari arah  Semarang. Berada di lahan seluas lebih kurang 3.000 meter persegi,  dengan luas bangunan sekitar 1.300 meter persegi, ciri khas warung makan  ini adalah bangunan utama bergaya arsitektur limasan berbahan kayu jati  dengan bata timbul di bagian belakang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warung makan itu milik  Pramono, pengusaha asal Blora yang sudah lama menetap di Magelang.  Konon, dahulu tertera angka 1898 di bagian atas limasan yang dipindahkan  dari Kabupaten Blora, di pesisir timur Jawa Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian  ornamen memperkuat kesan rumah kampung zaman dahulu, seperti meja dan  bangku panjang dari kayu jati tua. Di atas meja diletakkan beberapa  stoples kaca model kuno berisi penganan kampung, semisal lanting. Juga  ada kertas papir serta tembakau rajangan yang siap dilinting dan diisap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Manajer Operasional Kopi Klotok Ayu Kusumadewi, bangunan limasan itu  sempat dijadikan galeri barang-barang antik sejak tahun 2006. ”Banyak  orang yang berkunjung mengusulkan dijadikan rumah makan saja, sekaligus  tempat istirahat,” tutur Ayu pada hari terakhir tahun 2010.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Variasi lodeh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di  warung makan ini hanya tersedia makanan utama yang khas ”ndeso”, yaitu  beragam varian sayur lodeh seperti sayur lodeh tempe lombok ijo, lodeh  kluwih (serupa buah sukun tetapi berserat lebih halus), atau lodeh  terong. Sebagai pelengkap, ada gereh layur (ikan asin), tahu bacem,  telur dadar atau ceplok, pindang goreng, atau ayam kerikil (ayam  potongan kecil). Disediakan pula pilihan nasi putih ataupun sego megono  (nasi yang dicampur nangka muda).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kekhasan lainnya, pengunjung  Kopi Klotok bisa langsung ke dapur untuk mengambil sendiri nasi ataupun  lauknya dengan takaran sepuasnya. Bahkan, pengunjung juga bisa tambah  nasi dan lodeh sampai kenyang tanpa terkena biaya tambahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu  porsi nasi putih dihargai Rp 2.500, sedangkan sego megono Rp 5.000.  Sayur lodeh Rp 4.500 dan menu pendamping berkisar Rp 500 untuk sambal  dadak hingga Rp 6.000 untuk buntil. Namun, ada pula tawaran paket makan  puas Rp 8.500 per orang untuk nasi putih, lodeh, gereh, serta sambal.  Rasa segar sayur lodeh yang sedikit pedas dan manis lebih mantap dipadu  dengan rasa asin dan krenyes-krenyes potongan ikan asin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Ayu,  ukuran makan sepuasnya bagi tiap orang berbeda. Pernah ada tiga tamu  bisa menghabiskan 12 piring. ”Tapi tetap enggak rugi karena ada tambahan  minuman dan makanan tambahan yang lainnya,” tutur Ayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi,  apa menguntungkan dengan makan sepuasnya? ”Pasti, karena kalau tidak,  usaha ini tidak akan bertahan,” katanya sambil tertawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada  beberapa pilihan minuman, seperti teh tawar, teh manis, jeruk, kopi  klotok (kopi rebus), dan teh tubruk gula batu. Kopi klotok biasanya  disajikan dalam gelas belimbing atau gelas dengan uliran bagian bawah  yang mirip belimbing. Teh tubruk terhidang di cangkir blirik berbahan  kaleng dengan motif loreng hijau muda dan putih. Untuk penganan ringan,  tersedia pisang goreng dan juadah goreng. Nikmat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Testimoni Mahfud MD&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak  didirikan September 2009, rata-rata ada 150 pengunjung setiap hari.  Pada hari-hari libur, jumlah pengunjung bisa naik 2-3 kali lipat. Warung  makan ini buka setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 21.00. ”Tamu-tamu  kami kebanyakan orang Jawa Tengah yang merantau. Ketika pulang kampung,  mereka kangen makanan desa yang dulu disantap di rumah,” tutur Ayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya,  tidak ada resep khusus masakan Kopi Klotok. Semuanya disiapkan empat  koki yang dikepalai Bu Har, juru masak keluarga eyang pemilik rumah  makan ini. Boleh jadi itu juga yang membuat masakan tersebut menjadi  berkesan begitu rumahan, membuat kangen, dan akhirnya menjadi klangenan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Simon  Supriyadi (44), pengusaha ayam potong dari Kudus, pun berkomentar,  ”Saya jadi ingat rumah orangtua saya di Pekalongan. Makanannya pas,  begitu juga dengan kopi klotoknya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kendati usia rumah makan ini  terbilang masih muda, ada beberapa tokoh nasional yang bersantap di  sana, misalnya Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang kerap datang  bersama sang istri. Mahfud bahkan sempat memberikan testimoni, ”Kopi  yang enak dan lezat. Masakan yang nikmat ala tradisional”.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://travel.kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-5615718077942806843?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/5615718077942806843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/lodeh-rumahan-dari-secang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5615718077942806843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5615718077942806843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/lodeh-rumahan-dari-secang.html' title='Lodeh Rumahan dari Secang'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-6636740738008742854</id><published>2011-01-21T21:45:00.000+07:00</published><updated>2011-01-21T21:46:46.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jekulo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Delapan Jalan Pemkab Kudus Rusak Berat</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, CyberNews.&lt;/strong&gt; Sejak digunakan untuk jalur  alternatif menghindari kerusakan akses Pantura timur masuk ruas Kudus -  Pati di Kecamatan Jekulo, delapan sarana penghubung milik Pemkab rusak  berat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi tersebut dipicu banyaknya kendaraan bertonase berat  yang melintas di kawasan tersebut. Padahal, jalan tersebut tidak  didesain untuk dilewati kendaraan bertonase besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas  Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral, Arumdyah Lienawati,  ketika dikonfirmasi Selasa (18/1) mengatakan, delapan ruas yang rusak  tersebut adalah Jalan Terban - Sidomulyo, Pladen - Bulungcangkring,  Sidomulyo - Bulungcangkring, Ngetuk - Ngelo, Krawang - Dau, Tergo -  Glagah, Dukuh Waringin - Tergo dan Colo - Dukuh Waringin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikatakan,  jalan-jalan tersebut digunakan sebagai jalur alternatif sebelah selatan  maupun utara. Estimasi panjang jalan yang rusak mencapai 12 kilometer.  Hingga saat ini, pihaknya masih terus memantau perkembangan kondisi  jalan Pemkab tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasalnya, sebelum pembenahan Kudus - Pati  dibenahi dipastikan jalan Pemkab tersebut akan tetap digunakan untuk  jalur alternatif. Kondisi seperti itu tidak dapat dielakkan karena Kudus  - Pati merupakan akses utama Pantura Timur antara Semarang - Surabaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Meskipun  sebagian arus sudah dialihkan ke jalur selatan, namun setiap hari tetap  masih banyak pengguna jalan yang tetap menggunakan ruas Kudus - Pati,"  ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arumdyah mengatakan, sebenarnya, tidak hanya kerusakan  jalan saja yang dikhawatirkan terkait penggunaan jalan Pemkab untuk  jalur alternatif. Namun, yang perlu diwaspadai sebenarnya justru potensi  kecelakaan lalu lintas di tempat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesoalannya lebar sarana  penghubung yang ada memang tidak cukup untuk menampung kendaraan besar.  Bila berpapasan, terutama pada jalan yang sempit dipastikan salah satu  pihak harus mundur terlebih dahulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Operasional Bus  Nusantara, Sony Wibowo, menyatakan beberapa kali pihaknya mengalami hal  seperti itu di sekitar Colo. Bila kendaraan besar saling  berhadap-hadapan, salah satunya memang harus mengalah. Bila tidak,  dipastikan kendaraan tidak akan dapat lewat semuanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Harus mundur dulu untuk mencari jalan yang lebih lebar sebelum berpapasan dengan kendaraan di depannya," paparnya.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Anton WH      / CN26 / JBSM     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-6636740738008742854?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/6636740738008742854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/delapan-jalan-pemkab-kudus-rusak-berat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6636740738008742854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6636740738008742854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/delapan-jalan-pemkab-kudus-rusak-berat.html' title='Delapan Jalan Pemkab Kudus Rusak Berat'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-6143152045084563817</id><published>2011-01-21T21:42:00.000+07:00</published><updated>2011-01-21T21:44:12.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Air Mineral Berasa "Aneh", Pembeli Protes</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, CyberNews. &lt;/strong&gt;Pemilik kios rokok di Dukuh  Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kuslan (34) mengaku  menemukan minuman mineral dalam kemasan gelas plastik merek ternama yang  rasanya tidak seperti biasanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah sempat dijual secara eceran, dia beberapa kali diprotes  pembelinya karena dianggap tidak mempunyai rasa seperti yang lainnya.  Karena penasaran, dia juga mencoba sendiri satu gelas minuman mineral  jenis  tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurutnya, rasanya mirip-mirip ada unsur sabun atau bahan  sejenisnya. "Saya beberapa kali diprotes pembeli," ungkapnya, kepada  sejumlah awak media, Jumat (21/1)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi tersebut memang baru pertama kali dialaminya. Sebelumnya,  saat membeli minuman merek sejenis juga tidak pernah ada masalah. "Saya  sudah berjualan selama 10 tahun dan tidak pernah menemukan hal seperti   ini," ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengenai asal muasal barang tersebut, dia mengaku membelinya di pasar  Karanganyar, Demak. Soal harganya juga tidak sama seperti sebelumnya  yakni Rp 18 ribu sekardusnya. "Sudah saya beritahukan hal itu kepada  agennya, dan katanya akan diganti," lanjutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa awak media yang mendatangi lokasi juga mencoba minuman dalam  kemasan gelas plastik tersebut. Semuanya menyatakan rasanya memang  berbeda. Sebagai pembanding, juga dicoba minuman merek sejenis tetapi  dibeli dari toko lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Rasanya lain, yang dibeli dari toko (pembanding - red), rasa air  juga seperti biasanya. Sedangkan yang dicoba sebelumnya tetap agak lain  rasanya," tandas salah seorang peliput, Indra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para peliput akhirnya berinisiatif untuk meminta konfirmasi kepada  agen yang ada di Tenggeles, Mejobo. Hanya saja, para pewarta tidak  mendapatkan konfirmasi seperti yang diharapkan. Salah seorang yang  mengaku sebagai pihak yang  bertanggungjawab, mengaku sebagai Hamdi,  dengan ketus menyatakan pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk  memberikan komentar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan saat ditanya kepada siapa wartawan meminta konfirmasi, dia  mengatakan semuanya sedang tugas luar. "Kalau untuk itu tanya saja pada  pabriknya di Klaten," ujarnya.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Anton WH      / CN27 / JBSM     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-6143152045084563817?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/6143152045084563817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/air-mineral-berasa-aneh-pembeli-protes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6143152045084563817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6143152045084563817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/air-mineral-berasa-aneh-pembeli-protes.html' title='Air Mineral Berasa &quot;Aneh&quot;, Pembeli Protes'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-4320411917902259874</id><published>2011-01-21T00:41:00.004+07:00</published><updated>2011-01-21T00:47:32.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Harga Gula Tumbu Mencekik, Pengusaha Kecap Nyaris Gulung Tikar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTh1IJ_RAQI/AAAAAAAAAFo/G8KW0HlKQHg/s1600/mejobo%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTh1IJ_RAQI/AAAAAAAAAFo/G8KW0HlKQHg/s320/mejobo%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564326122596925698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, CyberNews.&lt;/strong&gt; Harga gula tumbu yang semakin  mencekik membuat sejumlah pengusaha kecap di Desa Temulus, Kecamatan  Mejobo, Kudus mengeluh dan bahkan sebagian ada yang nyaris gulung tikar,  bahkan sisanya beralih profesi. Ini dikarenkan karena biaya operasinal  juga ikut naik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Guna menutup kerugian, para pegusaha kecap memilih strategi dengan  menghabiskan stok produksi bulan lalu.  Seperti yang dialami Noor Aidi,  Suliyati, dan Siswati. Ketiga warga Desa Temulus sejak lama  menggantungkan hidupnya dari usaha pembuatan kecap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diakui mereka,  kondisi pasar yang lesu ini sebenarnya sudah dirasa sejak Agustus 2010  lalu. "Pemicu awalnya, saat itu harga gula tumbu yang merupakan bahan  dasar pembuatan kecap mulai melambung," kata Noor Aidi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Waktu itu,  harga gula tumbu perkilogramnya tercatat sekitar Rp 5.300, kemudian  bulan November kembali naik lagi menjadi Rp 5.800 per kilogram, dan  puncaknya Januari 2011 ini sudah mencapai Rp 7.300 per kilogram.  "Tentunya hal ini cukup memberatkan, karena harga kecap dipasaran tidak  bisa naik. Jelas hal ini dikeluhakan oleh konsumen lantaran harganya  terlalu mahal," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Noor Aidi menjelaskan, saat  ini haraga  kecap per botol hanya Rp 6.500, jika dinaikan bisa mendekati angka Rp  8.000 per botol. "Bagi konsumen harga tersebut sudah tidak normal,  karena sangat mahal. Sebab, sasaran kami adalah menengah ke bawah,"  terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika kondisi ini terus berlanjut dan harga gula tumbu  belum juga turun, dikhawatirkan usaha produksi kecap bisa langsung  gulung tikar.  Bagaimanapun juga kami tetap menunggu turunnya harga gula  tumbu, idealnya kisaran Rp 5.500 per kilogram. Jika tidak maka untuk  sementara usaha kami tutup," lanjut Noor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rempah-Rempah Naik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal  senada dilontarkan Suliyati. Menurut pengusaha kecap ini, tidak hanya  soal kenaikan harga gula tumbu saja yang menjadi masalah. Di sisi lain,  bahan lain yang biasa digunakan sebagai penunjang produksi kecap juga  ikut-ikutan naik, seperti rempah-rempah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Terutama bawang putih, yang sebelumnya per kilogram Rp 8.500 sekarang menjadi Rp 22.000," kata Suliyati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentunya,  hal itu membuat dirinya kelimpungan, karena biaya produksi dengan  pemasukan tidak seimbang. "Untuk sementara kami hentikan produksi lain  menunggu sejumlah harga bahan baku kembali normal," imbuhnya.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Ruli Aditio      / CN27 / JBSM     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-4320411917902259874?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/4320411917902259874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/harga-gula-tumbu-mencekik-pengusaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/4320411917902259874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/4320411917902259874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/harga-gula-tumbu-mencekik-pengusaha.html' title='Harga Gula Tumbu Mencekik, Pengusaha Kecap Nyaris Gulung Tikar'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTh1IJ_RAQI/AAAAAAAAAFo/G8KW0HlKQHg/s72-c/mejobo%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-2880951751616016696</id><published>2011-01-21T00:41:00.002+07:00</published><updated>2011-01-21T00:45:15.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Nikahi Gadis, Seorang Kakek Nyaris Dihakimi Warga</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, CyberNews.&lt;/strong&gt; Subagiyo (51), penduduk Desa  Dersalam, Kecamatan Bae, Jumat (14/1) pagi nyaris dihakimi warga saat  mendatangi Desa Kirig, Kecamatan Mejobo. Warga yang berjumlah sekitar 30  orang bahkan sempat mengaraknya ke balai desa  setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya  saja, sebelum kondisi bertambah parah, kakek tersebut diamankan oleh  polisi ke Mapolsek Mejobo. Sumber yang dihimpun Suara Merdeka CyberNews  dari tempat kejadian perkara menyebutkan, kejadian tersebut bermula dari  pernikahan Subagyo dengan salah seorang gadis desa setempat, bernama  Istiqomah (22).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal, sang kakek diketahui sudah mempunyai anak  istri. Pertengahan tahun yang lalu, persoalan tersebut sedianya akan   diselesaikan di tingkat desa. Hanya saja, saat diundang ke balai desa  Subagiyo tidak datang. Setelah itu, Istiqomah juga meninggalkan rumah  saudaranya di Kirig dan mengikuti Subagiyo. Dia baru pulang empat hari  yang lalu dan sudah membawa seorang bayi hasil hubungan keduanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Subagiyo  ke Kirig untuk menjenguk Istiqomah dan bayinya itu,'' kata Kapolres  Kudus, Ajun Komisaris Besar Polisi R Slamet Santoso melalui Kapolsek  Mejobo, Ajun Komisaris Polisi Dwi Jati, Jumat (14/1).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rupanya,  kedatangan kakek tersebut ke Kirig membuat warga kesal. Pasalnya, sejauh  ini mereka masih mempersoalkan status perkawinan dengan Istiqomah.  Sekitar pukul 07.00, puluhan warga menggelandang Subagiyo ke balai desa.  ''Kalau tidak dibawa ke Mapolsek mungkin akan terjadi hal-hal yang  tidak diinginkan,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Klarifikasi Keterangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga  berita ini diturunkan, aparat masih mengklarifikasi keterangan dari  sejumlah pihak terkait masalah itu. Selain mendengar keterangan dari  Subagiyo, mereka juga melakukan hal serupa dengan kepala desa dan  saksi-saksi lainnya. ''Kami masih akan mengklarifikasinya,'' jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengakuan  sementara dari Subagiyo kepada petugas Polsek Mejobo, dia sudah nikah  siri dengan Istiqomah. Hal tersebut dilakukan tahun lalu, hingga saat  ini telah memiliki bayi berusia 35 hari. Kedatangannya ke Kirig, kata  kapolsek menirukan pengakuan Subagiyo, karena ingin menemui anak  istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;''Sekali lagi, masih akan dimintai keterangan dari semua  pihak terlebih dahulu untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya. Kami  juga akan mengklarifikasi dengan pihak terkait mengenai pengakuan nikah  siri dari Subagiyo,'' imbuhnya.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Anton WH      / CN27 / JBSM     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-2880951751616016696?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/2880951751616016696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/nikahi-gadis-seorang-kakek-nyaris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2880951751616016696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2880951751616016696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/nikahi-gadis-seorang-kakek-nyaris.html' title='Nikahi Gadis, Seorang Kakek Nyaris Dihakimi Warga'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1987591165452725424</id><published>2011-01-21T00:40:00.002+07:00</published><updated>2011-01-21T00:44:54.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Unik, Ayam ini Tidak Bersayap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTh0d4egGSI/AAAAAAAAAFg/ubgb4uHaqno/s1600/mejobo%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTh0d4egGSI/AAAAAAAAAFg/ubgb4uHaqno/s320/mejobo%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564325396341594402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, CyberNews.&lt;/strong&gt; Warga RT VI RW III Dukuh  Gandongan, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, dikejutkan dengan  adanya ayam betina yang tidak memiliki sayap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun ayam milik H Karno, warga desa setempat itu, dapat hidup normal  dan menghasilkan telur. Ayam tersebut sering menjadi tontonan warga  setempat dan desa sekitar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Nawawi, salah satu putra H Karno, ayam itu berasal dari  indukan ayam kampung biasa yang sama-sama dipelihara di kandang  pekarangan samping rumahnya. "Saya justru tahu dari sejumlah warga kalau  ayam peliharaan dari ayah saya ada yang unik," katanya. Sebab selama  ini yang sehari-hari mengurus ayam itu bukan dirinya, melainkan ayahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Awalnya saya tidak mengetahui jika salah satu ayam kampung betina  milik ayah saya unik tidak mempunyai sayap, namun bisa menghasilkan  telur," jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nawawi menambahkan, pernah suatu ketika ia tanpa sengaja melihat ayam  tersebut tengkurap namun kesulitan bangun lagi. "Hanya saja tidak saya  perhatikan secara menyeluruh, namun setelah diberi tahu oleh tetangga  dan sejumlah warga lainnya baru tahu kalau ayam tersebut tidak mempunyai  sayap," katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disinggung apakah ayam ini nantinya akan dijual terkait dengan  keunikannya, Nawawi hanya mengerutkan dahinya. Ia mengaku tidak akan  menjualnya dengan alasan masih ingin memeliharanya. Terlebih ayam  tersebut mempunyai keunikan yang menurutnya menjadi kebanggan  tersendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya tidak akan menjualnya, karena sayang ayam tersebut masih sehat dan masih produktif menghasilkan telur," terangnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1987591165452725424?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1987591165452725424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/unik-ayam-ini-tidak-bersayap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1987591165452725424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1987591165452725424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/unik-ayam-ini-tidak-bersayap.html' title='Unik, Ayam ini Tidak Bersayap'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTh0d4egGSI/AAAAAAAAAFg/ubgb4uHaqno/s72-c/mejobo%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-2656196771145739792</id><published>2011-01-21T00:37:00.001+07:00</published><updated>2011-01-21T00:40:20.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Ratusan Hektare Padi Siap Panen Diserang Wereng</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, CyberNews.&lt;/strong&gt; Ratusan hektare lahan tanaman padi  di tiga kecamatan yakni Undaan, Jekulo dan Mejobo menjelang panen panen  musim tanam I 2010 - 2011 diserang wereng. Meskipun tidak sampai  mengakibatkan puso, pengganggu tanaman tersebut mengakibatkan penurunan  hasil pertanian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)  Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono mengatakan, serangan wereng di ketiga   wilayah tersebut berdasarkan pantauannya mulai dari ringan dan sedang  serta berat. "Beberapa lahan pertanian sudah panen, beberapa lagi  sekitar 10 hari mendatang," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk Kecamatan Undaan,  serangan hama dengan kerugian ringan sekitar 450 - 500 hektare.  Lokasinya berada di sejumlah desa seperti Kalirejo, Lambangan,  Berugenjang, Kutuk, Glagahwaru, Medini, Undaan Tengah dan Undaan Lor.  Sementara di Kecamatan Jekulo, tingkat serangan seperti itu seluas 200  hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Mejobo sendiri, berdasarkan data yang dihimpun KTNA  mencapai 200 - 250 hektare.Adapun untuk tingat serangan berat, dijumpai  di Kutuk, Berugenjang dan Lambangan, masuk Kecamatan Undaan. Pada  serangan yang berat, pengurangan produksi dapat mencapai 60 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi,  panen yang dapat dinikmati petani hanya mencapai 40 persen saja. "Hal  tersebut dihitung dengan perkiraan hasil panen setiap anhektare mencapai  8 - 10 ton gabah kering panen," jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenai antisipasi  yang dilakukan, sebagian petani menggunakan pestisida untuk mengontrol  pengganggu tanaman tersebut. Hingga saat ini, usaha seperti itu masih  dilakukan untuk menyelamatkan tanaman padinya. "Kami berharap agar  serangan wereng tidak meluas," paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpisah, Kepada Dinas  Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kudus, Budi Santoso, ketika  dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah mendapatkan bantuan pestisida  sebanyak 60 dus atau sekitar 600 liter dari Pemprov. "Bantuan tersebut  selanjutnya akan digunakan untuk membantu menghambat serangan hama  wereng pada kawasan pertanian yang membutuhkan," katanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-2656196771145739792?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/2656196771145739792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/ratusan-hektare-padi-siap-panen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2656196771145739792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2656196771145739792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/ratusan-hektare-padi-siap-panen.html' title='Ratusan Hektare Padi Siap Panen Diserang Wereng'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-5964441241900035441</id><published>2011-01-21T00:36:00.003+07:00</published><updated>2011-01-21T00:39:18.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Jalur Kudus-Pati Tersendat 20 Kilometer</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, CyberNews.&lt;/strong&gt; Ruas Pantura Timur masuk  Kudus-Pati, Minggu (9/1) sore hingga Senin (10/1) siang ini tersendat.  Ratusan kendaraan berat terjebak kemacetan karena tujuh truk mengalami  patah as dalam waktu yang berbeda di tempat yang hampir sama, yakni  Jalan Kudus-Pati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan pantauan CyberNews, hingga pukul  12.15 ketersendatan terlihat mulai Perempatan Jepang (Mejobo) hingga  masuk ke Pati, sekitar 20 kilometer. Truk terakhir yang mengalami patah  as terlihat di KM 8, sekitar pasar Bareng, Jekulo. Evakuasi truk yang  rusak cukup memakan waktu. Pasalnya, sebagian pengemudi truk enggan  menarik bila tidak sama muatan yang dibawanya. "Tetapi, kami memberi  penjelasan kepada mereka agar dapat saling bekerjasama," kata perwira  Satlantas Polres, Ipda Wasito.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 11.30 keruwetan  sedikit teratasi. Hal itu terjadi setelah truk yang terhenti akibat  patah as dapat ditarik. Hingga berita ini diturunkan, belasan personel  Polres yang dipimpin langsung oleh Kapolres, AKBP R Slamet Santoso dan  Kasatlantas, AKP Umbar Wijaya, berusaha mengatur arus lalu lintas di  tempat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Kapolres, pihaknya setiap hari  menerjunkan personel sebanyak 18 orang untuk mengantisipasi kerusakan  jalan di tempat itu. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan tiga pos  pantau yakni di Karawang, Bareng dan Gondoharum. "Untuk truk derek  disiapkan di Karawang," imbuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain personel dan peralatan,  pihaknya juga mengantisipasi keamanan terkait kondisi seperti itu. "Hal  ini kami lakukan hingga perbaikan jalan selesai dilakukan," paparnya.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Anton WH      / CN14     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-5964441241900035441?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/5964441241900035441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/jalur-kudus-pati-tersendat-20-kilometer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5964441241900035441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5964441241900035441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/jalur-kudus-pati-tersendat-20-kilometer.html' title='Jalur Kudus-Pati Tersendat 20 Kilometer'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1010952921096807732</id><published>2011-01-21T00:36:00.001+07:00</published><updated>2011-01-21T00:38:08.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Pengemudi Padati Jalur Alternatif</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pati, CyberNews.&lt;/strong&gt; Rasa frustrasi pengemudi, karena  kerusakan Jalan Raya Kudus-Pati kian tak terbendung. Untuk menghindari  anteran panjang kendaraan, sebagian pengemudi mencari jalan tembus  kendati harus melewati kampung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan hanya mobil pribadi yang  relatif kecil, truk bermuatan juga kerap memilih jalur kampung untuk  menghindari kemacetan. Sampai kemarin, antrean kendaraan dari arah timur  (Surabaya) mengular hingga mencapai Jalan Raya Pati-Kudus km 7,  tepatnya di kawasan Gunung Bedah, Pati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pantauan Suara  Merdeka, jalan kampung yang belakangan menjadi incaran pengemudi untuk  menghindari kemacetan, yakni masuk Desa Bumirejo, dan Jambean Kidul,  Kecamatan Margorejo. Kendaraan menerobos dua kampung itu, dari halte  Kaliampo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalan dua desa itu tembus ke Desa Gondoharum, Pladen,  dan Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus. Dari Bulungcangkring  kebanyakan kendaraan menuju jalur alternatif selatan Pati-Kudus melalui  Desa Sadang, Hadiwarno, Kesambi, Kirig, dan masuk Jalan Lingkar Kudus,  turut Desa Jepang, Kecamatan Mejobo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah sepekan lebih  dilewati mobil pribadi dan truk, sebagian besar kondisi ruas jalan  kampung itu rusak. Kendati demikian, warga di sejumlah desa tersebut  tampaknya cukup menyadari lantaran kondisi kemacetan di jalan Pantura.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan,  warga dengan rela memasang papan tulisan penunjuk jalan ke arah Kudus  atau Semarang untuk membantu pengemudi yang asing dengan kawasan  tersebut. Sedikitnya ada empat papan penunjuk jalan yang terpasang di  persimpangan Desa Jambean Kidul (Pati), Gondoharum, dan Pladen (Kudus).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Warga  sering ditanyai pengemudi yang menuju Kudus atau Semarang. Jadi  dipasang tulisan penunjuk jalan untuk membantu mereka agar tidak bingung  dan sering tanya," ujar warga Desa Jambean Kidul Kamelan, Kamis (7/1).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  dia, kepadatan di jalan kampung tidak bisa dipastikan. Ketika ada  sejumlah mobil yang memotong jalan lewat kampung, biasanya diikuti  puluhan lainnya. “Biasanya yang lewat sini ya orang-orang yang paham  dengan rute jalan&lt;br /&gt;kampung menuju Kudus. Tetapi ada juga yang berspekulasi dengan tanya pada orang di pinggir jalan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara  jalan alternatif selatan Pati-Kudus, kondisinya juga mulai rusak.  Sejumlah ruas jalan berlubang dan bergelombang lantaran tidak kuat  menahan beban berat dari kendaraan yang melintas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya  mobil kecil dan truk jenis colt diesel yang melintas, tronton dan  trailer sarat muatan, serta bus juga banyak ditemui. Kondisi itu  menjadikan pemandangan berbeda di jalur yang biasanya sepi. Arus lalu  lintas di jalur dengan rute&lt;br /&gt;Gabus-Kayen-Cengkalsewu-Poncomulyo-Bulungcangkring itu, tampak padat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesekali  lalu lintas tersendat lantaran menunggu dua truk dari arah berlawanan  simpangan. Sempitnya ruas jalan menjadikan pertemuan dua kendaraan dari  arah berbeda sering menimbulkan antrean panjang kendaraan di  belakangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sopir truk Suyanto mengaku, lebih memilih jalan  alternatif itu untuk menghindari kemacetan di jalan pantura. Dia hampir  setiap hari berangkat ke Blora dan Bojonegoro untuk mengantar muatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya  kapok lewat pantura karena pernah terjebak macet hingga lima jam. Kalau  lewat sini (jalan alternatif-Red) kan lebih lancar meskipun agar jauh,”  kata pria asal Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus itu saat  istirahat di Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setidaknya  ada empat titik kerusakan di Jalan Kayen-Bulungcangkring. Penanganan  darurat tampak dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati dengan menambal  lubang jalan dengan material pasir dan batu. “Sudah dua hari ini kami  menambal dan akan terus dilakukan,” kata petugas lapangan Bidang Bina  Marga DPU Pati Agus Prayitno yang mengaku telah menurunkan material tiga  dump truk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Siapkan Antisipasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara  itu, Kapolres Pati, AKBP Bernard Sibarani SIK MSi mengakui telah  mempersiapkan langkah antisipasi. Utamanya, pengawalan terhadap  kendaraan pengangkut barang-barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan  masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antaranya, pengiriman gas elpiji ke stasiun  pengisisian bahan bakar elpiji. (SPBBE). Di Pati, stasiun terdapat di  dua lokasi masing-masing di Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo dan satu  lagi di Desa Ngulakan, Kecamatan Wedarijaksa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, pada  pengelola kedua SPBE itu jika hendak menerima pengiriman elpiji dari  tanki pengangkut agar sehari sebelumnya memberi tahu. Dengan demikian,  dari jajaran kepolisian bisa mengawal untuk menghindari macet di jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab,  jika tanki pengirim elpiji terjebak macet berjam-jam kedatangannya ke  SPBBE pasti terlambat. Padahal stok sudah menipis, terutama untuk tabung  gas elpiji tiga kilogram yang sangat dibutuhkan masyarakat. Jangan  sampai keterlambatan ini berdampak pada terjadinya kenaikan harga di  tingkat pengecer.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1010952921096807732?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1010952921096807732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pengemudi-padati-jalur-alternatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1010952921096807732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1010952921096807732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pengemudi-padati-jalur-alternatif.html' title='Pengemudi Padati Jalur Alternatif'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-5234434630620414711</id><published>2011-01-21T00:35:00.000+07:00</published><updated>2011-01-21T00:36:25.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Penunjuk Jalur Alternatif Dipertegas</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pati, CyberNews. &lt;/strong&gt;Kerusakan Jalan Raya Kudus-Pati  yang kian parah membuat pengemudi mengincar jalur alternatif. Alasan itu  membuat jajaran Satlantas Polres dan Dishubkominfo Pati mempertegas  penunjuk jalan menuju jalur alternatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setidaknya ada dua jalur  alternatif dari Pati menuju Kudus yang bisa menjadi pilihan pengemudi  untuk menghindari kerusakan Jalan Raya Kudus-Pati. Harapannya, tidak  terjebak antrean panjang kendaraan dan bisa menpersingkat waktu tempuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalur  alternatif utara melalui Gembong menuju Kandang Mas dan tembus ke  perempatan Krawang, Kudus. Adapun pilihan jalur lainnya, melalui  Gabus-Kayen-Bulungcangkring-Mejobo (Kudus).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalur yang pertama  dari pertigaan Samsat, Jalan P Sudirman ke utara menuju kawasan Stadion  Joyokusumo dan memasuki pertigaan Ngagul (Desa Muktiharjo, Kecamatan  Margorejo) ke arah kiri (menuju Gembong). Sementara untuk jalur  alternatif kedua, dari Alun-alun Pati ke selatan melewati Gabus dan  Kayen menuju ke arah Bulungcakring (Kudus).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk jalur terakhir,  dari Bulungcangkring bisa tembus ke perempatan Krawang (Jekulo, Kudus)  atau ke arah Jalan Lingkar Kudus di Mejobo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi lalu lintas  yang selalu krodit di jalur pantura itu akibat rusaknya sebagian besar  ruas jalan menjadikan pengendara frustasi. Tidak jarang mereka yang  melaju dari timur (Surabaya) menuju Kudus kembali ke Pati lantaran tidak  sabar menunggu antrean panjang untuk lewat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para pengemudi yang  rata-rata mengendarai mobil pribadi itu, menanyakan petugas di Pati soal  jalur alternatif. Meskipun rambu pendahulu penunjuk jalan (RPPJ)  terpampang di sejumlah titik, namun mereka yang tidak terbiasa melewati  jalur alternatif tetap saja kebingungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami bersama Satlantas  telah berkoordinasi untuk mempertegas panduan menuju jalur alternatif.  Harapannya bisa membantu pengemudi untuk menghindari Jalan Raya  Pati-Kudus yang rusak parah,” ujar Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu  Lintas Jalan Dishubkominfo Eko Budi Santoso SSiT MM, Selasa (4/1).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedikitnya  ada tiga titik penunjuk jalan alternatif tidak permanen yang dipasang  petugas. Satu di antaranya yang ditempatkan di persimpangan Alun-alun  Pati sebelah selatan menujukkan arah ke jalur alternatif selatan. Adapun  dua lainnya ditempatkan di pertigaan Samsat (Jalan P Sudirman) dan  perempatan dekat Pengadilan Negeri (PN) Pati yang menunjukkan arah ke  jalur alternatif utara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penunjuk jalur alternatif terbaca jelas  dari dua arah (barat dan timur). Itu untuk memberikan informasi  pengemudi dari arah timur (Surabaya) dan barat (Semarang). Harapannya,  bukan hanya memberi informasi bagi pengendara yang baru masuk Pati dari  timur tetapi juga mereka yang kembali ke Pati setelah melewati Jalan  Raya Pati-Kudus untuk mencari jalur alternatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rembang Berlubang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara  akibat hujan terus menguyur Kabupaten Rembang, beberapa titik jalan di  ruas jalur pantura mulai rusak dan berlubang. Lubang-lubang itu mulai  dikeluhkan pengguna jalan, khususnya pengendara motor, karena  membahayakan. Beberapa titik jalan yang mulai berlubang, antara lain di  jalur Rembang-Kaliori dan paling parah pada jalur Sluke-Kragan.  Sementara itu, jalan pantura di dalam Kota Rembang, kendati baru selesai  diperbaiki, sudah ada beberapa lubang yang lebar dan dalam sehingga  membahayakan pengguna jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ahmad Riyadi (36), pengguna jalan  asal Kaliori, menuturkan, kerusakan mulai terjadi sejak daerahnya sering  diguyur hujan. Kebetulan, dia pedagang asongan sehingga tahu persis  kondisi jalan di daerahnya, karena setiap hari harus melewati jalur  pantura.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ahmad Riyadi menyebutkan, selain lubang-lubang yang  membahayakan pengguna jalan, kondisi jalur pantura jika malam juga tidak  aman. Sebab, di sepanjang jalur sibuk tersebut sangat minim penerangan.  Tak jarang jika malam hari dan kondisi hujan, para pengguna jalan harus  ekstrahati-hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak beda dari Hardi (40), pengemudi angkutan  umum jurusan Sarang-Tayu, juga mengakui, mulai ditemukan lubang jalan  pada beberapa titik. Menurutnya, hal tersebut memang biasa terjadi  setiap memasuki musim hujan. Dia menandaskan, kerusakan terparah di  jalur Sluke-Kragan. Sekarang sedang diperbaiki, namun belum selesai,  sehingga masih mengganggu kelancaran arus lalu lintas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian di  dalam Kota Rembang, sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro - Jalan  Gajahmada, juga mulai ditemukan lubang jalan pada beberapa titik.  Beberapa warga lain berkomentar, kerusakan jalan di Rembang disebabkan  oleh beberapa hal, yaitu hujan lebat yang mengguyur sehingga membuat  tanah semakin turun dan retaklah jalan tersebut.  Selain itu, berat  beban jalan (kendaraan) yang melebihi standar jalan tersebut juga  membuat jalan rusak mudah rusak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerusakan tersebut sangat tidak  diinginkan oleh pengguna jalan. Karena itu, masyarakat berharap kepada  pemerintah, agar segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Jika  tidak segera diperbaiki, selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas,  juga bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Moch Noor Efendi     , Djamal AG / CN16     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-5234434630620414711?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/5234434630620414711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/penunjuk-jalur-alternatif-dipertegas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5234434630620414711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5234434630620414711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/penunjuk-jalur-alternatif-dipertegas.html' title='Penunjuk Jalur Alternatif Dipertegas'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1424895817642351497</id><published>2011-01-21T00:27:00.002+07:00</published><updated>2011-01-21T00:35:13.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mejobo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kudus'/><title type='text'>Awal Tahun, Harga Ternak Anjlok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TThyP2XjkII/AAAAAAAAAFY/BBsTu0LGgvs/s1600/mejobo.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TThyP2XjkII/AAAAAAAAAFY/BBsTu0LGgvs/s320/mejobo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564322956234166402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kudus, CyberNews.&lt;/strong&gt; Awal tahun bagi sejumlah peternak  di sentra pengembangan sapi di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo Kudus  menjadi hal yang tidak mengenakkan, karena harga jual sapi awal tahun  ini justru anjlok, dan hal ini membuat sejumlah peternak merugi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua  kelompok ternak sapi Sidorejo, Desa Temulus, Masiran hari ini  mengatakan, hal ini sudah terjadi sejak menjelang waktu tahun dan  puncaknya justru terjadi Januari. "Ada beberapa faktor yang  mempengaruhi, diantaranya rawan terkena serangan penyakit dikarenakan  cuaca, selain itu penawaran harga saat dilakukan lelang," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masiran  menjelaskan akibat banyaknya persoalan mengakibatkan harga sapi jatuh  hingga 20 persen menjadi lima juta per ekor untuk jenis sapi brahmana.  "Padahal sebelumnya bisa mencapai tujuh hingga sepuluh juta per ekor,"  ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihaknya mengaku hinga saat ini belum menemukan solusi  yang tepat untuk menekan kerugian. "Sejumlah konsumen yang akan membeli  sudah melakukan penawaran jauh-jauh harus dengan harga dibawah standar  akibatnya kami hanya bisa membatasi sejumlah pembelian," katanya.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Ruli Aditio      / CN14     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1424895817642351497?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1424895817642351497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/awal-tahun-harga-ternak-anjlok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1424895817642351497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1424895817642351497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/awal-tahun-harga-ternak-anjlok.html' title='Awal Tahun, Harga Ternak Anjlok'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TThyP2XjkII/AAAAAAAAAFY/BBsTu0LGgvs/s72-c/mejobo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-2146185796306950512</id><published>2011-01-20T12:17:00.000+07:00</published><updated>2011-01-20T12:40:38.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secang'/><title type='text'>Secang Salah Satu Kecamatan Terpenting Di Kabupaten Magelang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTfKtAkX3cI/AAAAAAAAAFQ/j9pAkhq468U/s1600/secang%2Bmagelang%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 193px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTfKtAkX3cI/AAAAAAAAAFQ/j9pAkhq468U/s320/secang%2Bmagelang%2B4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564138739235020226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Secang Terletak di sebelah utara kabupaten magelang,secang menjadi penting karena posisi nya yang menjadi jalur utama propinsi.Secang juga mempunyai terminal sendiri.jalur ke utara dari secang menuju ke semarang,jalur ke barat dari secang menuju ke temanggung.dan jalur ke selatan dari secang menuju magelang dan yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-2146185796306950512?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/2146185796306950512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/secang-salah-satu-kecamatan-terpenting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2146185796306950512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2146185796306950512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/secang-salah-satu-kecamatan-terpenting.html' title='Secang Salah Satu Kecamatan Terpenting Di Kabupaten Magelang'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTfKtAkX3cI/AAAAAAAAAFQ/j9pAkhq468U/s72-c/secang%2Bmagelang%2B4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-529408722661035866</id><published>2011-01-20T12:09:00.000+07:00</published><updated>2011-01-20T12:14:13.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secang'/><title type='text'>Pabrik Kayu Terbakar, 1000 Karyawan Terancam PHK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTfEOCmr4dI/AAAAAAAAAEw/FNwg1q-ed8k/s1600/secang%2Bmagelang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTfEOCmr4dI/AAAAAAAAAEw/FNwg1q-ed8k/s320/secang%2Bmagelang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564131610135880146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Secang, CyberNews. &lt;/strong&gt;Kebakaran hebat melanda pabrik  pengolah kayu PT Surya Mandiri di Desa Krincing, Kecamatan Secang,  Kabupaten Magelang, Rabu pagi (5/1). Sejumlah fasilitas pabrik eksportir  kayu barecore tersebut hangus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut keterangan di yang  dikumpulkan di lokasi kejadian, kebakaran tersebut bermula dari bocornya  mesin oven nomor dua. Sejumlah karyawan sudah berusaha memadamkannya  namun gagal. Api justru semakin membesar dan menyambar tumpukan kayu  kering siap olah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami sudah berusaha memadamkannya, namun api  tetap makin membesar. Kami kewalahan karena kayu kayu kering sangat  mudah terbakar,” kata Joko, pengawas pabrik PT Surya Mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Joko, kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 08.15 WIB. Dari  tujuh oven yang ada, oven yang terbakar adalah yang kedua. Para karyawan  pabrik kemudian meminta bantuan mobil pemadam kebakaran ke Pemkab  Magelang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, karena lokasi pabrik berada di perbatasan  Magelang-Temanggung, mobil pemadam kebakaran baru datang sekitar satu  jam dari kejadian. Hal ini membuat kobaran api sudah terlanjur membesar  menjadi semakin sulit dipadamkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Joko menuturkan, selain kayu  kering, api semakin besar juga karena tiupan angin yang cukup kencang.  Besarnya kobaran api tersebut membuat sebagian pagar tembok pabrik di  sebelah barat dan timur ambruk.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Terancam PHK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebakaran  ini memang tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sekitar 1000 karyawan  pabrik terancam menganggur karena kebakaran ini menghancurkan sejumlah  peralatan dan mesin produksi. Para karyawan yang ketakutan berkumpul di  pinggir Jalan Raya Magelang-Semarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekdes Krincing, Soedijanto  mengatakan, kebakaran bisa dilihat dari halaman balai desa karena  kebetulan pabrik yang terbakar di bagian belakang dan hanya berjarak  sekitar 50 meter dari Balai Desa Krincing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saat api mulai  membakar Pak Kades langsung menelpon pihak pabrik, namun tidak ada  jawaban. Pak Kades kemudian menerobos masuk ke dalam pabrik lewat depan  untuk memberitahu kebakaran tersebut," kata dia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Kapolsek  Secang, AKP Ngadisa, kebakaran ini bukan yang pertama kali terjadi,  tetapi sebelumnya api lebih mudah dijinakkan. Sebab, biasanya tumpukan  kayu di dalam pabrik tidak begitu banyak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara saat kebakaran  pagi tadi, tumpukan kayu begitu banyak. Sehingga, mobil pemadam  kebakaran kesulitan masuk ke titik kebakaran. “Ini kebakaran  paling  besar,” kata dia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AKP Ngadisa mengaku, pernah menyarankan pemilik  pabrik untuk membuat akses agar mobil pemadam kebakaran bisa masuk ke  dalam lokasi pabrik. Pertimbangannya, kata dia, pabrik pengolah kayu  seperti PT Surya Mandiri rawan kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk diketahui, tiga  bulan lalu tim Labfor Polda Jateng memeriksa kondisi pabrik PT Surya  Mandiri. Tim tersebut menyarankan agar tempat mesin oven dipindah atau  diperbaiki karena tanah di lokasi tersebut labil.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      MH Habib Shaleh      / CN27     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-529408722661035866?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/529408722661035866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pabrik-kayu-terbakar-1000-karyawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/529408722661035866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/529408722661035866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pabrik-kayu-terbakar-1000-karyawan.html' title='Pabrik Kayu Terbakar, 1000 Karyawan Terancam PHK'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTfEOCmr4dI/AAAAAAAAAEw/FNwg1q-ed8k/s72-c/secang%2Bmagelang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-8968910746750952631</id><published>2011-01-20T12:00:00.000+07:00</published><updated>2011-01-20T12:02:20.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secang'/><title type='text'>Empat Bupati Minta Jalur Tengah Dilebarkan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Banjarnegara, CyberNews.&lt;/strong&gt; Jalur nasional yang melalui  wilayah Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo hingga Temanggung  atau dikenal pula dengan jalur tengah, diminta untuk segera diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya  bersama para Bupati yang lain di jalur tersebut, yakni Banyumas,  Wonosobo dan Temanggung, sepakat menandatangani surat bersama untuk  dikirimkan ke Kementerian PU. Isinya antara lain, meminta jalur tengah  ini diperhatikan. Maksudnya selain ditingkatkan kualitas jalannya, juga  dilebarkan dari kondisi saat ini," kata Bupati Banjarnegara, Djasri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  menambahkan, jalur tengah juga termasuk jalur yang ramai saat ini.  Namun kondisinya sempit dan perlu untuk ditingkatkan kualitas jalannya.  Kondisi lalu lintas yang ramai namun tidak didukung sarana jalan itu,  membuat kecelakaan kerap terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain alasan keamanan, empat  daerah yang ada di jalur itu juga potensial dari sisi ekonomi. Bila  jalannya mendukung, maka perkembangan ekonominya juga akan ikut terpacu.  Inginnya tidak hanya jalur pantura atau selatan saja yang terus  dikembangkan. Jalur tengah juga perlu disentuh," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya  pelebaran pada jalur itu, kata Bupati, memang sudah dimulai beberapa  tahun terakhir. Seperti di jalur Mandiraja Purwonegoro. Namun baru pada  beberapa titik dan panjangnya juga terhitung masih belum optimal. "Kami  ingin supaya pembangunan itu bisa berlanjut dari Banyumas hingga  Secang," katanya.     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      M Syarif SW      / CN14     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber:http://suaramerdeka.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-8968910746750952631?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/8968910746750952631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/empat-bupati-minta-jalur-tengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8968910746750952631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8968910746750952631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/empat-bupati-minta-jalur-tengah.html' title='Empat Bupati Minta Jalur Tengah Dilebarkan'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-4314174734321271333</id><published>2011-01-20T11:56:00.000+07:00</published><updated>2011-01-20T11:57:59.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='windusari'/><title type='text'>Asyik Bersihkan Sawah, Petani di Gunung Sumbing Tertimpa Longsor</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Magelang&lt;/strong&gt; -   Sedang asyik membersihkan aliran sawah, Aisyah (45) tiba-tiba tertimpa  longsor dari tebing setinggi 25 meter di kaki Gunung Sumbing, Magelang,  Jawa Tengah. Warga desa berupaya menyelamatkan nyawanya, namun gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa  ini terjadi di Dusun Sentosa, Desa Pasangsari, Kecamatan Windusari,  Magelang, Jawa Tengah, Kamis (6/1/2011). Sebelumnya, Aisyah datang ke  sawah untuk mengantar makanan kepada buruh taninya, Nasir (45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap  pagi, ibu Aisyah datang ke sawah mengirimi makanan untuk saya yang  bekerja sebagai buruh yang menggarap sawahnya," tegas Nasir, kepada  detikcom di lokasi kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di sawah, makanan  ditaruh di gubuk. Aisyah lantas membersihkan beberapa bagian saluran air  sawah yang sempat tersendat. Sementara, Nasir mencangkul sawah milik  majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba, terdengar suara gemuruh sangat keras  datang dari atas tebing. Ternyata, tebing di sekitar sawah runtuh dan  menimpa korban Aisyah yang sedang membersihkan saluran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya  panik bercampur kaget. Soalnya saya sedang sibuk mencangkul, mau lari  tetapi saya dalam posisi sulit dan tidak bisa menyelamatkan Bu Aisyah,"  tegas Nasir dengan wajah sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasir kemudian berteriak meminta  pertolongan. Warga yang datang berbondong-bondong berusaha mengevakuasi  korban secara manual dengan menggunakan cangkul dan perlatan seadanya.  Akibatnya korban Aisyah yang sudah terkubur hampir selama dua jam di  kedalaman dua meter itu tidak bisa terselamatkan oleh warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Posisi saat tewas ibu Aisyah tengkurap dan sudah tidak bernafas lagi," tegas Nasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua  jam kemudian, baru jasad korban dibawa ke rumah duka, disambut isak  tangis keluarga. Bahkan dua anaknya sempat jatuh pingsan mendapati  ibunya tewas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Desa Pasangsari, Jamaludin kepada detikcom  menyatakan kawasan perbukitan Gunung Sumbing itu memang rawan longsor.  Apalagi, beberapa tebing yang ada dalam kondisi mengkhawatirkan ditambah  curah hujan yang cukup deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi tanah labil dan gembur.  Sebelumnya di sana dikabarkan pernah juga terjadi longsor. Kita imbau  masyarakat supaya berhati-hati," tegas Jamaludin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolsek  Windusari, AKP Jemiyanto yang datang ke lokasi kejadian kepada detikcom  menyatakan kejadian tersebut untuk sementara murni kecelakaan. "Apalagi  di atas juga merupakan area pemakaman umum warga sehingga kondisi  tanahnya gembur dan membahayakan warga sekitar," tegas Jemiyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt; (fay/fay)&lt;br /&gt;sumber:http://www.detiknews.com&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-4314174734321271333?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/4314174734321271333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/asyik-bersihkan-sawah-petani-di-gunung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/4314174734321271333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/4314174734321271333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/asyik-bersihkan-sawah-petani-di-gunung.html' title='Asyik Bersihkan Sawah, Petani di Gunung Sumbing Tertimpa Longsor'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3436408355042547166</id><published>2011-01-20T11:52:00.000+07:00</published><updated>2011-01-20T11:55:28.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='windusari'/><title type='text'>Petani Magelang Tewas Tertimpa Tanah Longsor</title><content type='html'>&lt;b&gt;MAGELANG--MICOM:&lt;/b&gt; Seorang petani di Dusun Sentosa, Desa  Pasangsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah,  Asiyah, 45, Kamis (6/1), tewas tertimbun tanah longsor sebuah tebing  setinggi 25 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang saksi mata, Nasir, mengatakan, saat kejadian cuaca cerah.  Namun, tanah tebing yang longsor meluncur deras hingga menghantam korban  yang sedang membungkuk untuk membersihkan saluran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Korban tewas seketika. Tebing itu sebelumnya juga sempat ambrol tetapi hanya sedikit," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut berawal saat korban datang dari rumahnya yang  berjarak 1,5 kilometer untuk mengirim makanan ke sawah. Korban tidak  mengira kejadian tersebut bakal terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, ambrolnya tebing terjadi dengan cepat. "Saya juga sedang sibuk mencangkul jadi tidak tahu," kata Nasir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga yang mendengar teriakan Nasir kemudian berbondong-bondong  untuk mencari korban yang sudah terkubur hampir setengah jam pada  kedalaman dua meter. "Tubuhnya tengkurap saat diangkat dan tidak  bernafas lagi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil diangkat, korban kemudian dibawa ke rumah duka  untuk disemayamkan.   Kapolsek Windusari Ajun Komisaris Jemiyanto yang  datang ke lokasi mengatakan, kejadian tersebut sebagai kecelakaan murni.  (Ant/OL-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://www.mediaindonesia.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3436408355042547166?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3436408355042547166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/petani-magelang-tewas-tertimpa-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3436408355042547166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3436408355042547166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/petani-magelang-tewas-tertimpa-tanah.html' title='Petani Magelang Tewas Tertimpa Tanah Longsor'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-7003207567417445798</id><published>2011-01-19T12:13:00.000+07:00</published><updated>2011-01-19T12:15:06.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajoran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecamatan'/><title type='text'>Kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mungkid&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muntilan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Grabag&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngluwar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempuran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Srumbung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Borobudur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngablak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bandongan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sawangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Secang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegalrejo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mertoyudan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dukun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Candimulyo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Windusari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kajoran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaliangkrik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakis&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-7003207567417445798?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/7003207567417445798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kecamatan-kecamatan-yang-ada-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7003207567417445798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7003207567417445798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kecamatan-kecamatan-yang-ada-di.html' title='Kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3899978753291019807</id><published>2011-01-19T11:46:00.000+07:00</published><updated>2011-01-19T11:49:07.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajoran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air terjun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Curug Silawe Kajoran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTZs-nkg9-I/AAAAAAAAAEo/-6nVZpQCkuI/s1600/curug%2Bsilawe.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTZs-nkg9-I/AAAAAAAAAEo/-6nVZpQCkuI/s320/curug%2Bsilawe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563754212692654050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Air terjun yang terletak di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian  lebih kurang 50 m terletak di Desa Sutopati Kecamatan Kajoran. Selain  dapat menikmati sejuknya hawa pegunungan juga dapat disaksikan panorama  indah berupa hamparan hutan pinus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3899978753291019807?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3899978753291019807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/curug-silawe-kajoran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3899978753291019807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3899978753291019807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/curug-silawe-kajoran.html' title='Curug Silawe Kajoran'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTZs-nkg9-I/AAAAAAAAAEo/-6nVZpQCkuI/s72-c/curug%2Bsilawe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3588283405703666400</id><published>2011-01-19T11:11:00.000+07:00</published><updated>2011-01-19T11:16:58.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajoran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Pasar Kajoran Sebagai Pusat Perekonomian Kecamatan Kajoran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTZkq-wDypI/AAAAAAAAAEg/3lvSCYAMAnA/s1600/pasar%2Bkajoran.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 218px; height: 163px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTZkq-wDypI/AAAAAAAAAEg/3lvSCYAMAnA/s320/pasar%2Bkajoran.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563745079224683154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasar Kajoran berada di sebelah timur jalan raya dari kaliangkrik ke arah krasak.pasar ini juga berada dekat per 4 an jalan.Pasar Kajoran menjadi pasar terbesar di kecamatan Kajoran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3588283405703666400?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3588283405703666400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pasar-kajoran-sebagai-pusat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3588283405703666400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3588283405703666400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pasar-kajoran-sebagai-pusat.html' title='Pasar Kajoran Sebagai Pusat Perekonomian Kecamatan Kajoran'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTZkq-wDypI/AAAAAAAAAEg/3lvSCYAMAnA/s72-c/pasar%2Bkajoran.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-6758595330423869359</id><published>2011-01-18T22:09:00.000+07:00</published><updated>2011-01-18T22:21:07.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merapi'/><title type='text'>Tiga situs candi Hindu di Magelang terancam lahar dingin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTWvvnwMK2I/AAAAAAAAAEI/akmCOLxzPxE/s1600/candi%2Bhindu.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTWvvnwMK2I/AAAAAAAAAEI/akmCOLxzPxE/s320/candi%2Bhindu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563546147345935202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Magelang&lt;/strong&gt; -   Tiga situs candi Hindu bersejarah sejak abad 8-10 M, terancam  terjangan banjir lahar dingin Merapi di Magelang. Ketiga candi ini  berdekatan dengan Kali Pabelan dan Kali Tlising, yang merupakan jalur  banjir lahar dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga candi itu adalah Candi Lumbung, Candi  Asu dan Candi Pendhem yang dibangun pada masa kejayaan raja Hindu atau  Mataram Kuno pada tahun 869 Masehi. Dari pantauan detikcom, Selasa  (18/1/2011), yang sangat terancam keberadaannya adalah Candi Lumbung di  Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian  belakang Candi Lumbung ini hanya berjarak satu meter dari alur Kali  Pabelan dan sungai sudah menggerus tebing setinggi 20 meter di dekat  candi. Sebelum banjir lahar dingin, kedalaman dan curamnya candi hanya  berjarak 10 meter dan talud/tanggul yang memperkuat bangunan candi sudah  hilang diterjang lahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, Candi Asu jaraknya masih  sekitar antara 200 meter dengan alur Kali Pabelan dan Candi Pendhem juga  sekitar 200 meter dari Kali Tlising. Beberapa bagian candi berserakan  dan jatuh tidak teratur, karena pergerakan tanah saat gemuruh banjir  lahar dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ariyanto (34), warga Desa Sengi, mengatakan Candi  Lumbung yang dulu sering jadi tempat lumbung padi ini tidak terawat dan  belum pernah dipugar. Masyarakat juga khawatir Candi Asu dan Candi  Pendhem yang sering jadi tempat ritual seniman dan tokoh spiritual, juga  runtuh akibat lahar dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi ini diperparah lagi dengan terjangan lahar dingin yang membuat candi banyak berubah bentuknya," ujar Ari pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Ikhsan,  mengatakan perlu ada perhatian khusus dari Pemprov Jateng untuk segera  menyelamatkan candi. "Jika tidak, batu-batu candi dalam waktu tidak lama  akan diterjang banjir lahar dingin yang semakin mengganas," tegas  Ihksan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, akses jalan menuju Candi Asu dan Candi  Pendhem menuju ke Candi Lumbung juga sudah terputus oleh terjangan lahar  dingin Merapi. Kali Pabelan dan Kali Tlising yang memisahkan ketiga  candi itu sudah terendam material lahar dingin Merapi yang memutuskan  jembatan sekaligus yang berfungsi sebagai bendungan antar dusun di Desa  Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang.&lt;br /&gt;(sumber:http://www.detiknews.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-6758595330423869359?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/6758595330423869359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/tiga-situs-candi-hindu-di-magelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6758595330423869359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6758595330423869359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/tiga-situs-candi-hindu-di-magelang.html' title='Tiga situs candi Hindu di Magelang terancam lahar dingin'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTWvvnwMK2I/AAAAAAAAAEI/akmCOLxzPxE/s72-c/candi%2Bhindu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3428514496469687250</id><published>2011-01-17T19:28:00.000+07:00</published><updated>2011-01-17T19:30:07.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Pu­ting be­li­ung ru­sak 150 ru­mah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:2.75;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Ma­ge­lang (Es­pos)  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 12px;"&gt;Angin  pu­ting be­li­ung me­lan­da le­reng Gu­nung Sum­bing, Ka­bu­pa­ten  Ma­ge­lang, Kamis (13/1). Aki­bat­nya, 150 ru­mah war­ga di wi­la­yah  De­sa Mang­li, Ke­ca­mat­an Ka­li­ang­krik ru­sak.&lt;br /&gt;Ke­pa­la De­sa  Mang­li, Ju­wan­di, me­nye­but­kan ada ti­ga du­sun yang ter­ke­na  ben­ca­na ter­se­but, me­li­pu­ti Du­sun Bo­yong, Da­dap­an dan Mang­li.  “Ke­ba­nyak­an ru­sak di ba­gi­an atap,” ka­ta dia, Ju­mat (14/1). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                                                                                               &lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 12px;"&gt;Sa­tu  ru­mah, yak­ni mi­lik Tar­jo, yang ada di bu­kit Bon­tong, ro­boh.  Ru­mah ter­se­but ke­mu­di­an di­bong­kar oleh war­ga, un­tuk  ke­mu­di­an di­di­ri­kan ru­mah se­der­ha­na. War­ga di­ban­tu apa­rat  TNI dan Pol­ri ma­sih me­la­ku­kan pem­ber­sih­an pu­ing-pu­ing ru­mah  ter­se­but, ser­ta se­jum­lah ru­mah war­ga lain­nya yang ikut ru­sak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se­lain  ru­mah, pu­ting be­li­ung ju­ga me­ru­sak an­te­na be­kas pe­man­car  sta­si­un te­le­vi­si swas­ta lo­kal. An­te­na se­ting­gi 15 me­ter di  pe­rut Sum­bing itu pa­tah ba­gi­an ujung­nya se­pan­jang li­ma me­ter.  Ba­ngun­an per­se­mai­an bi­bit ta­na­man atau yang di­se­but gre­en box  mi­lik war­ga De­sa Mang­li ju­ga ru­sak.  Pa­da­hal, ba­ngun­an itu  me­ru­pa­kan ban­tu­an da­ri Pe­me­rin­tah Pro­vin­si Ja­teng se­ni­lai  Rp 20 ju­ta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ju­wan­di me­nam­bah­kan, ben­ca­na  angin pu­ting be­li­ung se­ring me­lan­da ka­was­an itu, na­mun yang  ter­akhir itu pa­ling pa­rah. Hing­ga Ju­mat ke­ma­rin, be­lum ada  ban­tu­an yang di­be­ri­kan ke­pa­da ra­tus­an pe­ta­ni yang ru­mah­nya  ru­sak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dar­man­to, 58, war­ga Du­sun Mang­li Kra­jan,  me­nga­ta­kan sa­at angin pu­ting be­li­ung me­lan­da, di­ri­nya se­dang  ber­ada di ke­bun­nya yang ter­le­tak di Le­reng Sum­bing. Ia sem­pat  me­li­hat sa­at angin ter­se­but da­tang se­ki­tar 200 me­ter di  se­be­lah uta­ra dia ber­ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin se­ting­gi 15-20 me­ter itu  ber­pu­tar-pu­tar dan ber­ge­rak ke arah uta­ra men­ja­uhi di­ri­nya,  me­nu­ju per­kam­pung­an. “Sa­ya ha­nya bi­sa me­li­hat, tak be­ra­ni  ber­buat apa-apa,” ung­kap­nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin yang me­lan­da se­ki­tar 30  me­nit itu me­mo­rak-po­ran­da­kan ru­mah war­ga yang ber­ada an­ta­ra  6-8 km da­ri pun­cak Gu­nung Sum­bing. Ti­dak ada kor­ban ji­wa da­lam  ke­ja­di­an itu ka­re­na bia­sa­nya, di si­ang ha­ri, war­ga se­tem­pat  ber­ada di sa­wah­nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke­pa­la Sub Bi­dang Pe­nye­la­mat­an dan  Pe­nang­gu­lang­an Ben­ca­na Ba­dan Ke­sa­tu­an Bang­sa, Po­li­tik dan  Pe­nang­gu­lang­an Ben­ca­na, Ka­bu­pa­ten Ma­ge­lang, He­ri Pra­wo­to,  me­nga­ta­kan ben­ca­na yang dia­la­mi war­ga ter­se­but ter­go­long  ri­ngan, be­ru­pa atap me­lo­rot. “Sa­ya ke sa­na, ru­mah-ru­mah su­dah  di­ber­sih­kan dan di­ta­ta kem­ba­li atap­nya,” ujar­nya.  - Oleh : &lt;b&gt;JIBI/Ha­ri­an Jog­ja/nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://edisicetak.solopos.co.id)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3428514496469687250?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3428514496469687250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/puting-beliung-rusak-150-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3428514496469687250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3428514496469687250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/puting-beliung-rusak-150-rumah.html' title='Pu­ting be­li­ung ru­sak 150 ru­mah'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-5884450062764959221</id><published>2011-01-15T10:16:00.000+07:00</published><updated>2011-01-15T10:19:47.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Kantor Camat Kaliangkrik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTER3aABg9I/AAAAAAAAAD4/HXAd7QWU3HA/s1600/kantor%2Bcamat%2Bkaliangkrik.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 220px; height: 161px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTER3aABg9I/AAAAAAAAAD4/HXAd7QWU3HA/s320/kantor%2Bcamat%2Bkaliangkrik.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562246658349171666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kantor Camat kaliangkrik berada di sebelah selatan Jl raya.Sebelah barat nya ada Puskesmas Kaliangkrik ,sebelah Utara nya ada Sekolah Dasar kalaingkrik 1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-5884450062764959221?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/5884450062764959221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kantor-camat-kaliangkrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5884450062764959221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/5884450062764959221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kantor-camat-kaliangkrik.html' title='Kantor Camat Kaliangkrik'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTER3aABg9I/AAAAAAAAAD4/HXAd7QWU3HA/s72-c/kantor%2Bcamat%2Bkaliangkrik.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-380864912117040233</id><published>2011-01-14T22:12:00.000+07:00</published><updated>2011-01-14T22:14:52.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><title type='text'>Ke Magelang, Jangan Lupa Coba Kupat Tahu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTBoWE7ubYI/AAAAAAAAADw/XLf3L9roqWo/s1600/magelang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 306px; height: 204px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTBoWE7ubYI/AAAAAAAAADw/XLf3L9roqWo/s320/magelang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562060268293221762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAGELANG&lt;/b&gt;, Jawa Tengah, bukan hanya terkenal akan akan getuknya,  makanan khas lain yang bisa Anda nikmati adalah kupat tahu. Makanan  tradisional ini terdiri dari potongan kupat dan tahu yang diguyur dengan  kuah kacang berbumbu. Kupat sendiri merupakan sebutan dalam bahasa Jawa  untuk ketupat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai bumbu kupat tahu, ini terbuat dari paduan kacang tanah  goreng, bawang putih, serta cabe rawit yang telah dihaluskan. Untuk  menambah kenikmatan rasa, bumbu itu ditambah dengan sedikit garam dan  kecap manis.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam seporsi kupat tahu, terdapat beberapa bahan pelengkap lain,  seperti tauge yang telah direbus, kol yang diiris tipis, daun seledri  serta taburan bawang merah yang telah diiris tipis dan digoreng. Yang  tak pernah ketinggalan dari seporsi menu khas Magelang ini adalah  kerupuk udang dan beberapa potong bakwan goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat cara penghidangan kupat tahu, ini hampir seperti ketoprak  hanya isinya yang berbeda. Pertama, bumbu kacang dihaluskan langsung di  atas piring yang akan dihidangkan kepada konsumen. Setelah bumbu siap,  barulah diberi beberapa potong kupat, bakwan goreng, irisan kol, daun  seledri, serta bawang goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citarasa segar sangat mendominasi makanan khas ini. Kesegaran itu  didapat dari tauge yang dimasak setengah matang. Selain itu, tahu goreng  yang disajikan panas, menambah sensasi kegurihan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penyuka pedas, Anda bisa dibuat berkeringat jika memesan kupat  tahu pedas. Sensasi pedas didapat dari cabai rawit merah yang disertakan  dalam racikan bumbu kacang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan asalnya, kupat tahu bisa Anda jumpai di berbagai  penjuru kota Magelang, mulai dari warung, rumah makan maupun pedagang  keliling. Meski mudah dijumpai, salah satu warung kupat tahu yang cukup  populer bisa Anda jumpai di dekat pintu masuk Taman Rekreasi Kyai  Langgeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau akan atau sedang di Magelang, jangan lupa cicipi kupat tahu  yang biasa dijual dengan harga berkisar Rp4.000-Rp6.000. Khusus penyuka  rasa pedas, mungkin harus ditahan dulu karena harga cabai sedang  melonjak. Selamat menikmati. (wisatamelayu.com/*/X-13)&lt;br /&gt;(sumber:http://www.mediaindonesia.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-380864912117040233?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/380864912117040233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/ke-magelang-jangan-lupa-coba-kupat-tahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/380864912117040233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/380864912117040233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/ke-magelang-jangan-lupa-coba-kupat-tahu.html' title='Ke Magelang, Jangan Lupa Coba Kupat Tahu'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTBoWE7ubYI/AAAAAAAAADw/XLf3L9roqWo/s72-c/magelang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1218816229989826642</id><published>2011-01-14T22:10:00.000+07:00</published><updated>2011-01-14T22:12:01.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Puting Beliung Rusak 150 Rumah Petani di Gunung Sumbing</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Magelang&lt;/strong&gt; -   Cuaca ekstrem di sejumlah daerah turut berdampak di lereng Gunung  Sumbing, Magelang. 150 Rumah petani rusak akibat angin puting beliung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan  detikcom, Jumat (14/1/2011), 150 rumah ini milik 125 Kepala Keluarga  (KK) di tiga dusun di Desa Mangli, Kecamatan Kali angkrik, Magelang,  Jawa Tengah. Satu rumah bahkan rubuh dari terjangan angin puting beliung  yang hanya terjadi 30 detik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga dusun yang terkena  dampak adalah Dusun Mboyong (166 jiwa), Dusun Dadapan (136 jiwa) dan  yang terparah adalah di Dusun Mangli (208 jiwa). Sebuah pemancar stasiun  televisi lokal setinggi 15 meter juga patah. Persemaian bibit milik  warga Desa Mangli juga rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiba-tiba datang angin puting  beliung setinggi antara 15-20 meter dari arah selatan ke utara dengan  kencangnya," kata Darmanto (58) saat mengais puing-puing rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  waktu 30 detik, angin sudah memporak-porandakan bagian atas ratusan  rumah warga yang berada di radius antara 6-8 kilometer dari puncak  lereng Gunung Sumbing. "Untung saja saat itu tidak ada korban jiwa,  karena di siang hari para petani sedang menggarap kebunnya yang  rata-rata sebagai petani sayur dan buah strawberry," jelas Darmanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juwandi  (48), Kepala Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik menyatakan rata-rata  kerusakan rumah adalah atap jebol dan genteng beterbangan di wilayah  yang berada di ketinggian 1.500 mdpl ini. Karjo (55) warga setempat,  harus merelakan rumahnya roboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, warga dengan petugas  TNI Kodam IV Diponegoro Jateng dan Polri Polres Magelang masih melakukan  proses pembersihan terhadap puing-puing bagian atap warga. Belum ada  bantuan yang diberikan kepada ratusan petani yang rumahnya rusak akibat  angin puting beliung itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain membersihkan, pihak kecamatan  dan perangkat desa masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang  ditimbulkan bencana angin puting beliung," kata Juwandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juwandi  menjelaskan bencana angin puting beliung ini sering terjadi di lereng  Gunung Sumbing. Bahkan, fenomena alam yang membahayakan itu sudah  dianggap biasa oleh ratusan petani yang rata-rata masih berada di bawah  garis kemiskinan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt; (fay/nrl)&lt;br /&gt;(sumber:http://www.detiknews.com)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1218816229989826642?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1218816229989826642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/puting-beliung-rusak-150-rumah-petani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1218816229989826642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1218816229989826642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/puting-beliung-rusak-150-rumah-petani.html' title='Puting Beliung Rusak 150 Rumah Petani di Gunung Sumbing'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-8531568504708627167</id><published>2011-01-14T22:05:00.000+07:00</published><updated>2011-01-14T22:10:20.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Puting Beliung Rusak 150 Rumah di Magelang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTBnB094KBI/AAAAAAAAADo/1OcepgiOFPQ/s1600/kaliangkrik.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTBnB094KBI/AAAAAAAAADo/1OcepgiOFPQ/s320/kaliangkrik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562058820898269202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Magelang, CyberNews.&lt;/strong&gt; Peringatan Badan Meteorologi,  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa akan terjadi cuaca ekstrem  menjadi kenyataan. Salah satunya terjadi angin puting beliung di Desa  Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibat  terjangan angin putting beliung, 150 rumah milik 125 Kepala Keluarga  (KK) rusak. Satu rumah milik milik Tarjo (55) bahkan sampai roboh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan  keterangan yang dikumpulkan di lokasi kejadian angin putting beliung  tersebut terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 11.30 WIB dan  berlangsung sekitar 30 detik. Ada tiga dusun yang menjadi korban angin  puting beliung ini yakni Dusun Mboyong (166 jiwa), Dusun Dadapan (136  jiwa) dan yang terparah adalah Dusun Mangli (208 jiwa).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Darmanto (58), warga Dusun Mangli Krajan sebuah antena bekas pemancar  stasiun televisi lokal TATV setinggi 15 meter juga patah sekitar 5  meter. Bahkan bangunan persemaian bibit ‘green box” bantuan Pemerintah  Provinsi Jateng rusak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saat itu, saya sedang ke kebun menanam  sayuran loncang. Kebun saya ada di kaki Gunung Sumbing. Namun tiba-tiba  ada angin lesus sekitar 15-20 meter,” kata dia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Darmanto  mengatakan angin lesus datang dari arah Selatan menuju utara dengan  kecapatan tinggi. Rumah dan pohon yang berada di jalur angin lesus  tersebut seketika rusak dan ambruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Desa Mangli Juwandi  (48) mengatakan saat musibah terjadi kebanyakan penduduk tengah berada  di sawah sehingga tidak ada korban jiwa. Dengan dibantu puluhan anggota  TNI dan Polri, warga kemudian memperbaiki atap rumah yang rusak. "Banyak  anggota kami yang masih ada di lokasi bencana banjir lahar dingin di  Kecamatan Salam jadi yang ikut perbaikan rumah hanya delapan," kata  Danramil Kaliangkrik Kapten Infanteri Semangin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, 47  anggota polisi ikut memperbaiki rumah-rumah yang rusak. Mereka berasal  Polres Magelang (25), Polsek Kaliangkrik (10), Polres Bandongan (lima)  dan Polsek Windusari (tujuh). "Kami kerahkan anggota sejak pukul 08.00  pagi," kata Kapolsek Kaliangrik AKP Faizun.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      MH Habib Shaleh      / CN16 / JBSM     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(sumber:http://suaramerdeka.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-8531568504708627167?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/8531568504708627167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/puting-beliung-rusak-150-rumah-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8531568504708627167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8531568504708627167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/puting-beliung-rusak-150-rumah-di.html' title='Puting Beliung Rusak 150 Rumah di Magelang'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TTBnB094KBI/AAAAAAAAADo/1OcepgiOFPQ/s72-c/kaliangkrik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3702354027925817567</id><published>2011-01-13T16:22:00.002+07:00</published><updated>2011-01-13T16:25:21.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mungkid'/><title type='text'>Warga Borobudur Bersihkan Rumah Korban Banjir Lahar</title><content type='html'>&lt;b&gt;MAGELANG--MICOM:&lt;/b&gt; Ratusan warga Borobudur berasal dari berbagai  kalangan membantu membersihkan rumah-rumah korban banjir lahar dingin  susulan Gunung Merapi dari timbunan pasir di Dusun Ngemplak, Kecamatan  Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengiriman tenaga relawan dari desa kami dalam jumlah cukup banyak  rencananya besok (14/1), tetapi sebagian kecil sudah mulai sejak Rabu  (12/1) terutama untuk survei, hari ini (13/1) ada satu truk dikirim  juga,"  kata Kepala Desa Borobudur, Maladi, di Borobudur, Kamis (13/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Desa Ngemplak, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang yang  relatif tidak jauh dari Candi Borobudur, dilewati alur sungai berbentuk  kelokan huruf "S" Kali Pabelan turut diterjang banjir lahar dingin  susulan terbesar dari Gunung Merapi pada Minggu (9/1) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan warga setempat mengungsi ke Balai Desa Ngrajek, sedangkan  tumpukan pasir hingga masuk rumah-rumah mereka, beberapa rumah rusak  cukup parah. Selain itu, areal pertanian, perikanan, dan pekarangan  warga di tepian alur sungai itu juga tertimbun pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, berbagai kalangan warga sekitar Candi Borobudur yang  turut terjun membersihkan rumah korban banjir lahar dingin di dusun itu  antara lain perangkat desa, sejumlah organisasi warga, pegawai Taman  Wisata Candi Borobudur, kelompok pemuda, dan unsur Satuan Perlindungan  Masyarakat Pemerintah Desa Borobudur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Magelang  dan warga Dusun Ngemplak untuk aksi peduli warga Borobudur terhadap  korban banjir lahar dingin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, berbagai perbekalan yang akan dibawa warga untuk aksi peduli itu antara lain pacul, sekop, dan cetok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selanjutnya kami akan kaji untuk langkah kepedulian berikutnya.  Tetapi kami saat ini terutama bisa membantu dalam bentuk tenaga, karena  kami juga terkena dampak letusan Merapi 2010," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gempa bumi di Bantul, Yogyakarta, 2006, katanya, warga setempat juga aksi peduli hingga satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku, hingga saat ini masih terus mengajak berbagai kalangan  masyarakat setempat lainnya untuk turut membantu korban banjir lahar  dingin. (Ant/OL-9)&lt;br /&gt;(sumber:http://www.mediaindonesia.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3702354027925817567?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3702354027925817567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/warga-borobudur-bersihkan-rumah-korban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3702354027925817567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3702354027925817567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/warga-borobudur-bersihkan-rumah-korban.html' title='Warga Borobudur Bersihkan Rumah Korban Banjir Lahar'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-7344210030489827259</id><published>2011-01-13T16:22:00.001+07:00</published><updated>2011-01-13T16:23:46.937+07:00</updated><title type='text'>Jalur Magelang-Jogja Dibuka</title><content type='html'>&lt;p&gt;MUNGKID (RP)- Setelah sempat ditutup selama hampir 72 jam, Jalan raya  Magelang-Jogjakarta di Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten  Magelang, yang terputus sejak Ahad (9/1) malam akibat tertutup lahar  dingin Merapi akhirnya kembali dibuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah pengerukan jutaan material yang menumpuk di badan jalan selesai, jalur dibuka lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kapolres Magelang, AKBP Kif Aminanto mengatakan jalur utama tersebut  dibuka sekitar pukul 02.00 dini hari, Rabu (12/1). Pembukaan jalur  membutuhkan waktu yang cukup lama karena timbunan material mencapai  jutaan meter kubik. ‘’Kita memang percepat prosesnya, karena ini  berkaitan dengan aktivitas sehari-hari warga,’’ tutur Kapolres, kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya saja, dia mengatakan jalur utama tersebut belum sepenuhnya  pulih. Kendaraan yang melintas juga harus bersabar karena badan jalan  yang menyempit. Empat jalur yang sebelumnya ada di kawasan tersebut kini  hanya menyisakan dua lajur. ‘’Kita atur supaya satu-satu, karena di  samping kanan dan kiri badan jalan masih ada tumpukan material pasir dan  batu,’’ terang Kif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lambatnya jalur di sana, kata dia, juga dipicu banyaknya warga yang  ingin menyaksikan lokasi banjirnya lahar dingin tersebut. Beberapa warga  setempat yang sedang mengevakuasi sisa-sisa barang berharganya juga  turut menambah padatnya arus lalu lintas. ‘’Ya karena memang kondisinya  seperti ini. Yang&lt;br /&gt;penting harus hati-hati,’’ katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pantuan JPNN, di lokasi sejumlah alat berat juga masih dikerahkan.  Beberapa truk pengangkut pasir juga turut hilir mudik memenuhi setiap  lajur jalan sempit itu. Sejumlah petugas polisi dan warga nampak  terlihat mengatur arus lalu lintas di sepanjang jalur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terpisah, Asisten Bidang Pemerintahan Pemkab Magelang Agung Trijaya  saat memimpin rapat koordinasi penataan material Merapi, kemarin meminta  agar seluruh material pasir dan batu yang masih menumpuk di sepanjang  jalur Gulon-Sirahan untuk segera dibersihkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia mengatakan instansi yang bertanggung untuk membersihkan adalah  Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM berkoordinasi dengan Bina Marga Propinsi  Jateng. ‘’Material yang menumpuk di pinggir jalan raya bukan menjadi  tanggung jawab Pemkab Magelang. Namun bila di luar jalan menjadi  tanggung jawab Pemkab,’’ katanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski demikian, dia mengaku belum bisa memastikan ke mana pasir yang  diangkut akan ditampung. ‘’Itu bisa kita koordinasikan dengan  instansi-instansi terkait. Yang terpenting saat ini jalan tersebut harus  bersih dari material Merapi sehingga arus lalu lintas lancar kembali,’’  tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kades Jumoyo, Sungkono mengemukakan, banjir lahar dingin kemungkinan  akan terus terjadi hingga 5 tahun ke depan dan akan selalu menjadi  ancaman bagi warga. Sehingga perlu penanganan yang efektif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, kondisi kritis di bantaran Kali Putih nampaknya tidak akan  mendapatkan penanganan serius dalam waktu dekat. Pasalnya, penanggung  jawab sungai, Balai Besar Wilayah Sungai (BWWS) menyatakan baru akan  mengatasi masalah tersebut saat ancaman banjir lahar benar-benar  selesai.(vie/jpnn)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(sumber:http://riaupos.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-7344210030489827259?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/7344210030489827259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/jalur-magelang-jogja-dibuka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7344210030489827259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7344210030489827259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/jalur-magelang-jogja-dibuka.html' title='Jalur Magelang-Jogja Dibuka'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-221430125135645102</id><published>2011-01-13T08:23:00.000+07:00</published><updated>2011-01-13T08:27:31.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><title type='text'>Pengungsi Merapi Keluhkan Air Bersih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS5U88iYOPI/AAAAAAAAADg/KGaqE4i4E2U/s1600/magelang-9.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS5U88iYOPI/AAAAAAAAADg/KGaqE4i4E2U/s320/magelang-9.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561475995868346610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Liputan6.com, Magelang:&lt;/strong&gt; Bukan hanya bantuan logistik,  pengungsi Gunung Merapi di penampungan akhir Tanjung, Kecamatan  Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, juga kekurangan air bersih.  Dari pantauan SCTV, Rabu (12/1), hal ini terjadi karena listrik  penggerak pompa air yang tidak stabil akibat terjangan banjir lahar  dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Kabupaten Magelang Nurhuda menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi  dengan Perusahaan Listrik Negara. Keduanya akan membenahi sistem pompa  air sehingga pengungsi dapat kembali mendapatkan air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini para pengungsi hanya bisa pasrah menerima kondisi pengungsian  dengan segala keterbatasan. Kebutuhan dasar seperti makan, tidur, dan  mandi, hanya didapat seadanya. Namun mereka tetap berharap pemerintah  dapat membantu untuk kembali memberi tempat tinggal baru yang layak pada  mereka.(ADO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://berita.liputan6.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-221430125135645102?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/221430125135645102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pengungsi-merapi-keluhkan-air-bersih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/221430125135645102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/221430125135645102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pengungsi-merapi-keluhkan-air-bersih.html' title='Pengungsi Merapi Keluhkan Air Bersih'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS5U88iYOPI/AAAAAAAAADg/KGaqE4i4E2U/s72-c/magelang-9.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-4409552170175521412</id><published>2011-01-13T08:19:00.000+07:00</published><updated>2011-01-13T08:22:06.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><title type='text'>Kisah Marina, Ibu Muda yang Selamat Bersama Balitanya meski Terseret Banjir Lahar Dingin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS5Tjred_6I/AAAAAAAAADY/XOwPT4uU8Xw/s1600/magelang-8.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS5Tjred_6I/AAAAAAAAADY/XOwPT4uU8Xw/s320/magelang-8.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561474462280187810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika  banjir lahar dingin menerjang perkampungan penduduk di Magelang Minggu  petang lalu (9/1), ada dua orang yang terseret arus. Seorang meninggal,  seorang lagi selamat. Marina, korban yang selamat itu, terseret bersama  anak semata wayangnya yang baru berumur 4 tahun. Bagaimana kisahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;=========================&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;  MUKHTAR LUTFI, Magelang &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;=========================&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HINGGA kemarin, Marina masih dirawat di RSUD Muntilan, Magelang. Tubuh  perempuan 32 tahun itu masih dialiri infus. Beberapa bekas luka memar  berwarna merah masih jelas kentara di bagian kaki, tangan, dan punggung  sisi kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Marina pun masih terlihat pucat. Sesekali tampak meringis seperti  menahan sakit. Namun, di balik rasa sakitnya itu, warga Dusun Ngemplak,  Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Magelang, itu sangat bersyukur.  Terjangan dahsyat banjir lahar dingin pada Minggu petang itu tidak  sampai merenggut nyawanya. Mukjizat besar telah menyelamatkan dia dan  anak semata wayangnya yang berusia 4 tahun, Muhammad Zaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari sisi fisik, korban hanya mengalami memar. Tapi, yang agak berat  adalah perasaan trauma yang masih dia rasakan," kata dr Sutikno yang  menangani Marina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sutikno, trauma yang dialami Marina termasuk cukup parah. "Tapi,  saya yakin, dia akan segera pulih kembali," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda masih trauma, lanjut Sutikno, dirasakan ketika mengajak  ngobrol Marina. "Hal itu (trauma) yang masih mengganggunya," terang dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda masih trauma dengan peristiwa yang dialami juga dapat  dirasakan Radar Semarang (Jawa Pos Group) ketika mewawancarai Marina.  Ketika ditanya seputar kisah yang dialaminya, semula Marina menolak. Dia  beralasan tak mau mengingat-ingat peristiwa paling mengerikan sepanjang  hidupnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting saya sudah selamat. Allah masih melindungi saya," terang  Marina sembari menyandarkan punggungnya pada tempat tidur di ruang  Flamboyan RSUD Muntilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kembali didesak untuk menceritakan peristiwa yang dia alami, janda  satu anak itu justru menangis tersedu-sedu. Itu membuat beberapa perawat  datang dan mencoba menenangkan dia. Setelah sedikit tenang dan setelah  beberapa perawat itu ikut membujuk, Mariana akhirnya mau menceritakan  pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali menghela napas panjang, Marina memulai ceritanya.  Minggu petang itu dirinya dan anak semata wayangnya sedang berada di  rumah. Sehari-harinya Marina hidup bersama anaknya tersebut. Tiba-tiba  dia mendengar warga panik. Itu terjadi setelah lahar dingin meluap dari  Kali Pabelang dan menerjang perkampungan, termasuk kampung tempat Marina  tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marina dan warga di sekitarnya sempat heran, bagaimana bisa banjir lahar  meluap dan menerjang perkampungannya. Padahal, jarak rumahnya terhitung  lebih dari 300 meter dari bibir Kali Pabelang. Kedalaman kali itu pun  sebelum banjir sekitar 10 meter. Dari sisi ini, sulit dipercaya,  bagaimana bisa lahar dingin meluap dari sungai dan terjangannya menuju  ke perkampungan Marina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat ngeri warga, banjir lahar yang menerjang itu membawa  material erupsi Gunung Merapi berupa pasir dan bebatuan. Itu  mengakibatkan rumah-rumah warga yang diterjang banjir hancur berantakan.  Saat itu Marina lari sekencang-kencangnya bersama warga lain sambil  menggendong Zaki. Mereka menuju ke tempat yang lebih aman. "Pikiran saya  waktu itu, pokoknya lari. Saya dan anak saya harus selamat," katanya  dengan nada bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena berlari terlalu cepat, ditambah lagi diliputi perasaan  panik, Marina terpeleset. Dia terjatuh dan anaknya ikut terjatuh. Saat  itulah, banjir lahar datang tanpa kompromi. Beruntung, saat aliran lahar  dingin tersebut menyeret&lt;br /&gt;Marina, perempuan 32 tahun itu sudah memegangi dan menggendong anaknya.  Maka, ibu dan anak itu pun terseret bersama. "Banjir kan datang dua  kali. Itu yang pertama," ceritanya. Marina dan anaknya saat itu  terdorong gulungan air lahar hingga menabrak tembok rumah tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan susah payah, akhirnya dia bisa berpegangan di tembok sembari  menggendong anak semata wayangnya. Sejurus kemudian dia memanjat untuk  berlindung. "Sebisa saya, saya naik ke atas tembok," kenang Marina, yang  kemudian tanpa sadar meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lagi-lagi Marina harus mengakui kehebatan alam. Belum lama  menghela napas lega, tembok tersebut justru jebol dihantam batu-batu  besar. Marina dan Zaki pun kembali hanyut. "Banjir kedua ini yang lebih  besar, dengan bebatuan juga," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu tak ada tempat untuk berpegangan. Ibu dan anak tersebut  akhirnya terseret sejauh 500 meter menuju ke hilir sungai. "Waktu itu  saya pasrah. Mungkin saat itu saya akan mati bersama dengan anak saya,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat terombang-ambing dalam lautan lahar dingin itu, Marina sempat putus  harapan. Untung, ada sebuah batang pohon pisang hanyut di dekatnya.  Tanpa berpikiran panjang, batang itu dia raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya yang masih dalam pegangannya didekap erat-erat. Dia kemudian  meminta anaknya naik ke batang pohon pisang, sementara dia memeganginya.  "Saya berteriak saja, Allahu Akbar, Allahu Akbar, sekuat tenaga, sambil  berteriak meminta tolong," terangnya sembari tangannya terlihat  mengepal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dan anak ini akhirnya ditolong oleh warga dan beberapa relawan.  Keduanya dibawa menepi dengan menggunakan tali tambang. Meski begitu,  Marina mengaku masih sangat trauma. Dia belum berani pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, Marina mendengar kabar bahwa seorang orang yang juga terseret  banjir lahar ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Dia adalah  Sumiyati, 65, warga Dusun Jetis, Sirahan. Tubuh Sumiyati ditemukan tim  SAR tersangkut di atas pohon rambutan. "Saya sekarang kepikiran anak  saya (dia dititipkan di rumah orang tuanya). Saya sebenarnya ingin  pulang. Tapi, saya tak berani kalau pulang ke rumah," katanya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (jpnn/c4/kum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://www.jpnn.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-4409552170175521412?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/4409552170175521412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kisah-marina-ibu-muda-yang-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/4409552170175521412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/4409552170175521412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kisah-marina-ibu-muda-yang-selamat.html' title='Kisah Marina, Ibu Muda yang Selamat Bersama Balitanya meski Terseret Banjir Lahar Dingin'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS5Tjred_6I/AAAAAAAAADY/XOwPT4uU8Xw/s72-c/magelang-8.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-2465503715296591790</id><published>2011-01-13T04:19:00.000+07:00</published><updated>2011-01-13T04:21:17.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><title type='text'>GiliranYogya–Solo Terancam Lahar</title><content type='html'>SLEMAN (SINDO) – Ancaman lahar dingin kian meluas. Setelah beberapa kali  menutup jalur Magelang– Yogyakarta, banjir lahar juga mengancam jalur  Solo–Yogyakarta. Dalam beberapa hari terakhir, luapan material pasir dan  batu dari Merapi sudah mencapai Sungai Opak di wilayah Krebet, Desa  Bimomartani, Ngemplak, Sleman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak antara wilayah Krebet  dengan jalur Solo–Yogya, tepatnya di Jembatan Bogem yang berada di sisi  barat Candi Prambanan hanyalah 3,5 kilometer (km). Jika intensitas hujan  di puncak Gunung Merapi masih tinggi, sangat memungkinkan luapannya  giliran akan menutup jalurYogyakarta–Solo. Untuk mengantisipasi kondisi  terburuk tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) di sekeliling Merapi,  yakni Magelang, Klaten, dan Sleman, kemarin sudah berkoordinasi serta  menyiapkan langkah antisipatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai gambaran,jika nanti  Jembatan Bogem tertutup material Merapi dari timur atau arah Solo akan  yang menuju Yogyakarta dan lintas selatan akan diarahkan melalui jalur  selatan, bisa melalui Wonosari maupun Piyungan. Begitu juga sebaliknya,”  papar Kepala Dishub DIY Tjipti Haribowo di Sleman kemarin. Sungai Opak  merupakan pertemuan antara aliran Sungai Gendol dan Opak yang berhulu di  Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini,dari perkiraan 150 juta meter kubik hasil  erupsi Merapi,baru 10% yang sudah terbawa banjir. Material tersebut  meluncur di 12 sungai yang berhulu di Merapi. Selain antisipasi  penanganan banjir lahar di sisi timur, Dishub tiga wilayah juga  menyiapkan jalur alternatif jika banjir lahar kembali menerjang Sungai  Putih di Magelang. Sebagaimana diketahui, akibat banjir lahar di Sungai  Putih,jalur Magelang–Yogyakarta beberapa kali terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabid  Lalu Lintas Dishubkominfo Sleman Sulton Fathoni mengatakan, meskipun  Jembatan Krasak sudah dibuka untuk umum,mereka tetap memberlakukan  sistem buka tutup.Langkah ini termasuk jika nanti terjadi lagi luapan  lahar dingin di tempat tersebut, mereka sudah membuat jalur alternatif.  Bagi kendaraan berat yang akan dan ke Yogyakarta, dari perempatan Jombor  akan diarahkan melalui jalan negara menuju Purworejo kemudian ke  Magelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait beberapa jembatan yang rusak, Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Sleman akan membangun tiga jembatan baru secepatnya.  Tiga jembatan tersebut berada di Kecamatan Cangkringan, yaitu di dekat  Jembatan Teplok dan Panggung, Desa Argomulyo, serta Krajan, Desa  Wukirsari. Sementara untuk pembangunan permanen masih menunggu kajian  dan kondisi aman. Pada bagian lain, wacana pelurusan alur Sungai Putih  di Magelang mengikuti alur banjir lahar dingin sulit dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya,lahan  yang diterjang banjir lahar dan menjadi alur baru merupakan tanah milik  warga. Dengan demikian, diperlukan negosiasi dan dikhawatirkan terjadi  keributan dengan masyarakat. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai  Serayu–Opak Bambang Hargono memaparkan, sementara ini tetap akan  berupaya untuk mengembalikan alur Sungai Putih ke alur sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya  yang dilakukan adalah mengembalikan alur dilakukan dengan mengeruk  material supaya sungai menjadi tempat air mengalir lagi. “Dengan  pengerukan ini, jika terjadi banjir lahar susulan, material pasir dan  batu tidak akan mengikuti alur sungai tersebut. Luncuran material lahar  memiliki tenaga dan membuat jalur sendiri dengan menerjang apapun yang  ada di tepi sungai,”paparnya. (priyo setyawan/m abduh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://www.seputar-indonesia.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-2465503715296591790?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/2465503715296591790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/giliranyogyasolo-terancam-lahar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2465503715296591790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/2465503715296591790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/giliranyogyasolo-terancam-lahar.html' title='GiliranYogya–Solo Terancam Lahar'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-7438960930013412886</id><published>2011-01-13T04:14:00.000+07:00</published><updated>2011-01-13T04:17:06.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandongan'/><title type='text'>Nissan Gelar Pelatihan Teknologi Otomotif untuk Guru SMK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS4aQ_NZ6oI/AAAAAAAAADI/Lm916DQ6eDg/s1600/bandongan-2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 274px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS4aQ_NZ6oI/AAAAAAAAADI/Lm916DQ6eDg/s320/bandongan-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561411468997028482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="artikel"&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) kembali melaksanakan pelatihan  teknologi otomotif. Kali ini pesertanya adalah guru-guru dari 12 Sekolah  Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah kabupaten Magelang. Pelatihan yang  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para guru SMK mengenai  teknologi terkini di bidang otomotif ini dilaksanakan di SMK Ma’arif 1  Salam Magelang, 18-19 Desember 2010 kemarin.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peserta  datang dari SMK Ma’arif Salam, SMK Muhammadiyah Mungkid, SMK  Muhammadiyah Bandongan, SMK Muhammadiyah Borobudur, SMK Muhammadiyah  Salam, SMK Muhammadiyah 1 Mertoyudan, SMK Islam Secang, SMK Negeri 1  Windusari, SMK Ma’arif Tegalrejo, SMK Nurul Iman Muntilan, SMK Islam  Sudirman Grabag, dan SMK Satria Magelang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Materi  yang diberikan antara lain mengenai teknologi Electronic  Concentrated-engine Control System (ECCS), Continuous Variable  Transmission (CVT), dan Continous Variable-valve Timing Control (CVTC).  Selain teori, pelatihan ini juga melibatkan peran serta para guru  melalui workshop dan praktek dignosa pada kendaraan Nissan All New  X-Trail dan Consult III yang merupakan alat diagnosa kendaraan Nissan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dinne  Musu, PR Manager NMI mengatakan pihaknya berharap dengan mengikuti  pelatihan ini, para guru SMK memiliki pengetahuan yang lebih baik dan  mendalam mengenai teknologi otomotif terkini. "Sehingga nantinya mereka  dapat memberikan materi pelajaran yang lebih berbobot dan berkualitas  kepada murid-muridnya. Kami ingin melihat lulusan SMK ini siap bekerja  di industri otomotif yang saat ini terus berkembang,” kata Dinne dalam  keterangan pers NMI, Kamis (23/12).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kegiatan  pelatihan guru ini merupakan bagian dari program Corporate Social  Responsibility (CSR) Nissan dalam usahanya turut memajukan dunia  pendidikan di Indonesia. Komitmen Nissan adalah melaksanakan kegiatan  CSR (Corporate Social Responsibility) yang berkesinambungan di bidang  pendidikan di tanah air.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;RAJU FEBRIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://www.tempointeraktif.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-7438960930013412886?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/7438960930013412886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/nissan-gelar-pelatihan-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7438960930013412886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7438960930013412886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/nissan-gelar-pelatihan-teknologi.html' title='Nissan Gelar Pelatihan Teknologi Otomotif untuk Guru SMK'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS4aQ_NZ6oI/AAAAAAAAADI/Lm916DQ6eDg/s72-c/bandongan-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3119424426985159311</id><published>2011-01-13T04:09:00.000+07:00</published><updated>2011-01-13T04:14:43.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandongan'/><title type='text'>Perajin Keset Magelang Masih Terkendala Pemasaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS4ZsWx5bMI/AAAAAAAAADA/zc1ZiUioUb0/s1600/bandongan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS4ZsWx5bMI/AAAAAAAAADA/zc1ZiUioUb0/s320/bandongan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561410839668944066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Magelang, CyberNews.&lt;/strong&gt; Meski merupakan masalah klasik,  langkah pemasaran masih sering menghantui para pelaku industri kecil  dan menengah (IKM). Selain itu, kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan  jaringan (link) menjadi penyebab lain lemahnya akses pemasaran  tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu pula yang dialami oleh industri kerajinan keset dari  kain di Dusun Kemesu Campursari A Gundusari Bandongan Magelang.  Padahal, produk kerajinan yang dikerjakan oleh perajin ibu-ibu warga  sekitar tergolong berkualitas dan mampu menghasilkan dalam jumlah  banyak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sri Kartini (44), pemilik produk keset merek Lutfiana  Collection dan juga sebagai koordinator para perajin keset di wilayahnya  mengaku, hingga saat ini masih kesulitan dalam memasarkan sendiri  produknya terutama di luar Magelang bahkan luar Jawa seperti Kalimantan  dan Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama ini, urusan pemasaran masih dipercayakan pada  pihak luar sebagai pemborong yang terikat dalam sistem kerjasama.  “Sebenarnya kami ingin bisa memasarkan sendiri produk ini agar  keuntungan yang masuk ke perajin lebih besar. Tapi kami belum bisa  mewujudkannya lantaran masih sulit akses jaringannya,” ujarnya, Jumat  (24/12).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal, kata istri dari Kepala Dusun setempat ini  mengaku produknya tidak kalah berkualitas dari produk lain. Volume  produksi pun tidak kecil mengingat jumlah perajin yang mengerjakan  kerajinan ini tidak sedikit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau dihitung-hitung, setiap  perajin mampu membuat keset antara 5-7 buah bahkan satu lusin per hari.  Sedangkan kita memiliki tidak kurang dari 20 perajin sekelurahan ini.  Artinya, dalam sehari bisa menghasilkan keset antara 100-140 keset per  hari. Kalau seminggu bisa lebih banyak lagi,” paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila  produk ini mampu dipasarkan sendiri dan jangkauannya lebih luas, lanjut  wanita asli Samarinda ini tidak hanya mampu menghasilkan untung berlipat  bagi perajin. Namun juga mampu mensejahterakan masyarakat. Perekonomian  warga sekitar pun akan terangkat mengingat selama bertahun-tahun mereka  hidup serba kecukupan.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Asef Amani      / CN26     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(sumber:http://suaramerdeka.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3119424426985159311?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3119424426985159311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/perajin-keset-magelang-masih-terkendala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3119424426985159311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3119424426985159311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/perajin-keset-magelang-masih-terkendala.html' title='Perajin Keset Magelang Masih Terkendala Pemasaran'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS4ZsWx5bMI/AAAAAAAAADA/zc1ZiUioUb0/s72-c/bandongan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3038027466579501158</id><published>2011-01-12T20:28:00.001+07:00</published><updated>2011-01-12T20:29:40.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajoran'/><title type='text'>Pengungsi Merapi Lewati Malam Tahun Baru dengan Haul Setahun Gus Dur</title><content type='html'>Magelang - Ratusan pengungsi akibat bencana banjir lahar dingin yang berada di 160 shelter (kantong pengungsian-red) di Lapangan Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah Jumat (31/12/2010) malam melewati tahun baru dengan menggelar acara peringatan atau haul  satu tahun wafatnya mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara haul setahun Gus Dur bertajuk “Satu Tahun Gus Dur dan Peringatan Tahun Baru 2011 Bersama Pengungsi” itu dibuka dengan berbagai hiburan seperti; seni tari Warokan dari Kelompok Tari Siswo Budoyo, Pakis, Magelang; Tari Buto Ijo Kelompok Kudo Prasojo, Kajoran, Magelang; Tari Laras Madyo dari Borobudur, Magelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dilanjutkan dengan saresehan tokoh lintas agama, pemasangan karangan bunga di depan foto Gus Dur lalu merajut bendera merah putih berukuran 10 X 7 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam acara itu sebagai pembicara di antaranya Alisa Qortrunnada Munawarah (anak sulung Gus Dur), Pendeta Indrianto dari GKJ Jogjakarta (Kristen), Bante Jody Sujianto dari Majelis Agama Budha (Budha), Kepala Gereja Paroki Santa Maria Louurdes Desa Sumber, Kecamatan Dukun Romo Kirjito(Katolik), Pimpinan Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Magelang KH Yusuf Khudlori (Gus Yusuf) dan sahabat dekat sekaligus guru spiritual Gus Dur KH Amin Hamid yang juga pimpinan Ponpes Pondok Bodho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memberikan semangat dan memotivasi kepada 901 pengungsi akibat banjir lahar dingin di shleter Lapangan Desa Jumoyo, Salam, Magelang, kelima pembicara itu juga menceritakan tentang bagaimana karakter, sifat serta sepak terjang Gus Dur yang perlu ditiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Kirjito selaku tokoh umat Katolik yang tinggal di lereng Merapi mengaku bahwa selama ini komunitas umat Katolik merasa sangat takut jika masuk ke dalam lingkungan dan komunitas umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dengan mencontoh serta mengamati sepak terjang Gus Dur yang sebagai tokoh Islam yang universal dirinya merasa berani dan yakin masuk ke acara umat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awalnya pada masa muda kami takut masuk ke komunitas Islam. Tetapi setelah mengamati dan muncul tokoh Gus Dur yang dekat dengan Romo Mangun menjadi contoh kami sehingga kami berani masuk dan berdialog dengan komunitas muslim," kata Kirjito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirjito menyatakan bahwa salah ajaran yang dibawa Gus Dur, semua manusia yang hidup di Indonesia dan dunia adalah saudara dan kita semua terutama yang ada di lereng Merapi adalah saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga disampaikan oleh Bante Jody salah satu tokoh agama Budha yang mengutip kalimat dari Raja Ashoka yang hidup pada zaman Budha yang tidak mencela orang lain maka kita menghormati agama kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu salah satu tokoh Budha yang hidup pada abad ketujuh bernama Shanti yang menegaskan kita selaku umat Tuhan layaknya harus bisa pandai-pandai untuk menempatkan diri dengan orang lain. Tidak memandang agama, ras, golongan sehingga persatuan terwujud,” kata Bante Jody.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Hamid, sahabat sekaligus guru spiritual Gus Dur, KH Amin Hamid menyatakan dirinya merasa belum siap ditinggal oleh Gus Dur karena budi pekerti dan kebaikanya yang menyadari bahwa dirinya hanya manusia yang bisa menghormati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beliau rumongso wong, ngajeni wong lan biso nguwongke wong (dia merasa sebagai manusia biasa sehingga bisa menghormati dan mengakui eksistensi seseorang-red)," kata Amin Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat Pekerja Seks Pantura Gus Dur Menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Hamid juga menyatakan Gus Dur adalah sosok yang bisa merasakan penderitaan orang lain, contohnya saat melihat pekerja seks di Pantura denganya Gus Dur meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia lihat wanita-wanita di lokalisasi sepanjang jalan pantura yang rela menjual diri untuk kebutuhan hidup langsung meneteskan air mata," kenang Amin Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur, tegas Amin Hamid merupakan seorang tokoh yang sedikit bicara namun mempunyai banyak makna dan sampai-sampai sulit untuk diterjemahkan oleh orang-orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perkoro sing angel ngomonge gampang. Nek kulo walikane perkoro gampang angel ngomonge (Masalah yang sulit dibicarakan dia dengan mudah. Tetapi saya kebalikanya-red)," Amin Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Ponpes API Tegalrejo, Gus Yusuf menyatakan satu hal yang paling dingat dari sosok Gus Dur adalah keberanianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya inget betul bagaimana keberanianya saat akan dilengserkan menyatakan ngopo wedi? (kenapa takut-red). Kalau anda berani dan tawakal maka akan berani menjalani hidup. Mung ojo sakdermo (namun jangan hanya hidup berpangku tangan saja-red) harus disertai usaha, ikhtiar dan tawakal,” tegas Gus Yusuf sambil memberi semangat kepada ratusan pengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Yusuf menegaskan ajaran Gus Dur merupakan ajaran kebersamaan yang tidak ada batasnya. Ajaranya merupakan ajaran Islam sederhana, Islam sejati dan tidak suka dengan mengorbal takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ojo pisan-pisan, sithik-sithik takbir! (Jangan sedikit sedikit teriak Allahu Akbar!-red), Ojo pisan-pisan rumongso paling resik, paling apek (jangan sekali-sekali mengaku paling bersih dan paling baik-red)," papar Gus Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Yusuf, menambahkan untuk bangkit dari keterpurukan setelah menjadi pengungsi lahar dingin Merapi tidak hanya sebatas keinginan namun melakukan langkah dengan niat dan tekad yang kuat untuk melanjutkan warisan nilai-nilai yang diajarakan Gus Dur dan para tokoh serta ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, putri sulung Gus Dur, Alisa Qortrunnada Munawarah atau yang sering dipanggil Lisa Wahid menyatakan sanga berterima kasih kepada ratusan pengungsi lahar dingin Merapi yang mau dan ikhlas mendoakan alharhum ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Lisa Wahid juga memompa semangat ratusan pengungsi untuk tetap bersabar dan berusaha untuk bangkit kembali paska bencana lahar dingin Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti ayah saya yang tidak takut dengan kesusahan. Dia hadapi dengan gagah berani. Ayah saya itu mboten nate rewel (ayah saya tidak pernah rbut-red). Apapun yang dia hadapi selalu didahar (dimakan-red). Tidak pernah harapkan kemewahan malah keterbatasan, bencana dan musibah dijadikan sebagai penambah semangat untuk orang yang sedang diuji," cerita Lisa Wahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai saresehan, acara malam tahun baru yang disuguhi denga tujuh gerobak angkringan gratis kepada ratusan pengungsi itu ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Mansyur Hadiq alias Gus Mansyur Pimpinan Ponpes Usuluddin Salam, Magelang dan pagelaran wayang kulit oleh dalang Riyanto dari Pepadi Kota Magelang.&lt;br /&gt;(sumber:http://www.detiknews.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3038027466579501158?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3038027466579501158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pengungsi-merapi-lewati-malam-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3038027466579501158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3038027466579501158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pengungsi-merapi-lewati-malam-tahun.html' title='Pengungsi Merapi Lewati Malam Tahun Baru dengan Haul Setahun Gus Dur'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1889557947583749298</id><published>2011-01-12T20:27:00.000+07:00</published><updated>2011-01-12T20:28:21.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajoran'/><title type='text'>Pelantikan Kaur Keuangan Kajoran Dinilai Cacat Hukum</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Magelang, CyberNews.&lt;/strong&gt; Lembaga Swadaya Masyarakat  Gerakan masyarakat Transparansi untuk Kebijakan (LSM Gemasika)  mengatakan, pelantikan Al Amali sebagai Kepala Urusan Keuangan Desa  Banjaragung, Kajoran, cacat hukum. “Bupati Magelang hendaknya  membatalkan penetapan Al Amali sebagai Kaur Keuangan. Karena telah  melanggar berbagai aturan,” kata Ichsani, Sekjen LSM Gemasika, Senin  (20/12).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia minta Bupati agar melakukan investigasi terkait dengan  permasalahan ini, karena rekruitmen perangkat desa tidak sepenuhnya  menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Tapi juga menjadi tanggung jawab  pemerintah kabupaten. Apalagi pejabat Kaur Keuangan diberikan tunjangan  anggaran oleh Pemkab Magelang dari dana APBD.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;LSM itu menerima  pengaduan dari masyarakat Banjaragung, mengenai proses pengisian  lowongan Kaur Keuangan Oktober 2010, yang diduga keras terjaid  penyimpangan. "Salah seorang peserta  menggunakan ijazah non formal.  Mestinya dilegalisasi lebih dulu ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten  Magelang," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebutkan, nama dalam ijazah yang  digunakan Al Amali berbeda-beda. Dalam ijazah SD namanya tertulis Tulus,  sedangkan dari pondok pesantren namanya tertulis Al Amali. Sudah  seharusnya yang bersangkutan tidak lolos administrasi ketika dilakukan  pendaftaran oleh panitia karena ijazah tidak memenuhi syarat yang  berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pelantikan Al Amali cacat  hukum  karena bertentangan  dengan  Surat Keterangan dari Departemen Agama DJ.I/PP.00.7/940/2008  perihal  Penyetaraan Lulusan Pondok Pesantren dan Pendidikan Diniyah  serta Surat Edaran Bupati 141.1/136/02/2007 mengenai Persyaratan  Pendidikan Calon Perangkat Desa," tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi atas dasar  nilai tes seleksi tertinggi, Al Amali  tetap dilantik sebagai Kaur  Keuangan 24 Nopember 2010. Meskipun sedikitnya 140 warga Banjaragung  menolak dengan membubuhkan tandatangan terhadap resolusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpisah,  Kasubag Pemdes, Pemkab Magelang, Masrukhan SSos MSi, meminta kepada  pihak yang tidak puas terhadap hasil seleksi Kaur Keuangan Banjaragung  menuntut lewat PTUN (Peradilan Tata Usaha Negara).&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      Tuhu Prihantoro      / CN26     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(sumber:http://suaramerdeka.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1889557947583749298?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1889557947583749298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pelantikan-kaur-keuangan-kajoran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1889557947583749298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1889557947583749298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/pelantikan-kaur-keuangan-kajoran.html' title='Pelantikan Kaur Keuangan Kajoran Dinilai Cacat Hukum'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-8981142776787615148</id><published>2011-01-12T20:25:00.000+07:00</published><updated>2011-01-12T20:27:11.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajoran'/><title type='text'>Bencana Merapi Rugikan Petani Ikan Rp 13 Miliar</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Magelang, CyberNews&lt;/strong&gt;. Para peternak ikan Kabupaten  Magelang rugi sekitar Rp 13 miliar, akibat ratusan juta benih ikan dan  indukan berbagai jenis mati, pasca erupsi Gunung Merapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kami  mohon ada bantuan, karena sebagian besar modal ludes akibat bencana  alam," kata M Farid, Ketua UPP (Usaha Pembudidayaan Perikanan) Tirta  Mina Gemilang, Jumat (17/12), di depan Komisi B DPRD Kabupaten Magelang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua  Komisi B, Surya Tono SE, menyarankan para pelaku usaha perikanan terus  berkomunikasi dengan Dinas Peterikan. Terutama menyangkut  langkah-langkah ke depan, agar bisnis perikanan di Kabupaten Magelang  kembali pulih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Farid mengemukakan, 2.223 petani ikan bergabung  dalam 120 kelompok UPP, terkena dampak serius letusan Merapi sehingga  merugi Rp 13 miliar. Tetapi petani ikan seluruhnya di daerah itu 6.255  orang (324 kelompok UPP).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerugian terbesar, diderita para petani  ikan di Kecamatan Mungkid Rp 6,5 miliar. Disusul Kecamatan Muntilan Rp  1,9 miliar dan Srumbung Rp 1,5 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerugian petani ikan di  wilayah lain, Sawangan Rp 977 juta, Dukun Rp 804 juta, Salam Rp 769  juta, Ngluwar Rp 140 juta, Borobudur Rp 103 juta, Salam Rp 70 juta,  Secang Rp 55 juta serta Kajoran Rp 42 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenai benih dan  indukan ikan yang dibudidayakan, antara lain nila, bawal, tawes, patin,  lele, gurami dan mas. Budidaya ikan dilakukan di kolam, sawah dan Balai  Benih Ikan (BBI).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabid Perikanan, Dinas Peternakan dan Perikanan  (Peterikan) Kabupaten Magelang, drh Hariyanto, mengemukakan, usahanya  mengusulkan bantuan kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan. Tujuannya,  agar usaha pembudidayaan ikan di Kabupaten Magelang bisa kembali  bangkit. Bantuan bisa bersifat stimulan ke kelompok-kelompok UPP sesuai  nama dan alamat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dari hasil pendataan lapangan, nilai bantuan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 34 miliar," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  rencana, bantuan itu akan disalurkan melalui PUMD (Program Usaha Mina  Desa), bagi para petani ikan di sejumlah wilayah seperti Mungkid,  Muntilan, Sawangan, Dukun, Srumbung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu diperlukan langkah  awal berupa perbaikan saluran irigasi perikanan dan kolam-kolam yang  dijadikan tempat pemilihan benih dan indukan ikan yang rusak akibat  bencana Merapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(sumber:http://suaramerdeka.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-8981142776787615148?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/8981142776787615148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/bencana-merapi-rugikan-petani-ikan-rp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8981142776787615148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8981142776787615148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/bencana-merapi-rugikan-petani-ikan-rp.html' title='Bencana Merapi Rugikan Petani Ikan Rp 13 Miliar'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-167584923868431155</id><published>2011-01-12T19:42:00.000+07:00</published><updated>2011-01-12T19:44:04.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Bertahan di Pohon Petai Buat Suparno Selamat</title><content type='html'>&lt;b&gt;Laporan Wartawan Tribun Jogja, Bakti Buwono&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TRIBUNNEWS.COM, MUNTILAN&lt;/b&gt;  - Anak Maryudi (57),  Adi Rikardi (21) warga  desa Gempol, Jumoyo,  Salam mengiyakan kisah ayahnya soal kronologis banjir besar yang  menerjang desanya pada Senin (3/1/2011). Ia menambahkan saat terjadi  banjir besar, di kampungnya masih ada sekitar 20 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu  ada yang lima warga yang  naik genteng, seorang pohon pete, bahkan ada  kakek (lek man) dan cucunya yang berumur 3 tahun sempat tenggelam.  Mereka cuma pegangan kabel listrik," tuturnya kepada Tribun, Selasa  (4/1/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuturkan guna menyelamatkan diri dari terjangan  banjir, ada warga yang naik di pohon petai. Warga yang memanjat pohon  petai sempat  depresi hingga tidak bisa bicara. Ia juga bertutur  bagaimana seorang kakek dapat bertahan meski telah lemas saat ditolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu  Suparno, awalnya manjat pohon pisang terus jatuh, terus manjat lagi ke  pohon petai. Kalau kakek dan cucunya itu kasihan. Mereka langsung lemes  pas ditolong," kata Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak muda kampung yang ada saat itu   langsung berusaha menolong mereka. Dari  30 warga, ada sekitar 15 anak  muda yang bahu membahu menolong warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Relawan datang pas  sudah surut," katanya sambil menghisap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pihaknya sedang mencari dua warga Kaliangkrik yang sebelum banjir terlihat di kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka  itu suka nambang pasir. Sampai sekarang masih belum jelas. Sudah pergi  atau kena banjir. Namanya juga belum tahu. Kalau warga desa semuanya  selamat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:http://www.tribunnews.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-167584923868431155?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/167584923868431155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/bertahan-di-pohon-petai-buat-suparno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/167584923868431155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/167584923868431155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/bertahan-di-pohon-petai-buat-suparno.html' title='Bertahan di Pohon Petai Buat Suparno Selamat'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1043684668351445297</id><published>2011-01-12T19:33:00.000+07:00</published><updated>2011-01-12T19:41:49.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Kisah Heroik Siswa SMK Selamatkan Korban Banjir Lahar di Magelang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2gZWODuTI/AAAAAAAAAC4/xphHHhG7Wys/s1600/kaliangkrik-6.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 285px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2gZWODuTI/AAAAAAAAAC4/xphHHhG7Wys/s320/kaliangkrik-6.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561277472194148658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Magelang&lt;/strong&gt; -   Di balik sebuah musibah selalu ada cerita kepahlawanan. Demikian juga  yang terjadi saat empat asrama putra dan putri SMK Negeri 1 Pertanian  Salam, Kabupaten Magelang diterjang lahar dingin dalam kapasitas besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  itu, 49 siswa penghuni asrama sekolah baru saja menyelesaikan sholat  Isya saat suara gemuruh terdengar dari Kali Putih yang terletak persis  di sebelah ruang asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski suara gemuruh sangat keras, namun  para siswa tersebut tetap beraktivitas biasa karena memang sudah  terbiasa mendengar suara gemuruh banjir lahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian  makan malam dengan nasi hasil memasak sendiri. Belum selesai makan,  terdengar suara dentingan keras dari arah tembok pembatas sekolah dengan  Kali Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu siswa yang penasaran dengan suara tersebut, Nur Rahayu kemudian membuka pintu untuk mengecek asal suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa  asal Kabupaten Temanggung itu ketika berteriak histeris melihat air bah  mengurung asrama sambil membawa muatan pasir dan batu-batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan  siswa kelas 10 ini membuat 49 penghuni asramanya keluar ruangan dan  kemudian lari tunggang langgang menyematkan diri. Para siswa, terutama  yang pria, berhasil menyelamatkan diri ke lokasi aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  sebanyak tujuh siswa menangis histeris dan tidak berani menyelamatkan  diri. Mereka justru masuk kembali ke dalam kelas sambil menangis. Saat  itulah sejumlah siswa pria dengan dibantu relawan dan penjaga sekolah  melakukan aksi berani demi menyelamatkan nyawa rekan-rekan mereka.  Dengan menggunakan tali tambang, para siswa pria tersebut mengevakuasi  tujuh siswa yang terjebak lahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya takut sekali karena banjir  lahar sangat besar tiba-tiba sudah ada di sekeliling kami, Teman-teman  banyak yang menangis dan berteriak minta tolong. Untunglah ada yang  menyelamatkan kami,” kata Nur Rahayu ditemui saat membersihkan  asramanya, Selasa (04/1/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam siswi lain yang ikut  terjebak yakni Susi Agus siswa kelas XII, Ulva Bekti Pertiwi (XII),  Lilis Abdiningsih (X), Titin Sabdiningsih (X), Siti Khomiyatun (X) dan  Dwi Tantri (XII). Mereka kemudian dievakuasi ke halaman mushola  setempat. Barang-barang milik siswa tertinggal di asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami hanya baju di badan,” tegas Adid Kiswara, yang bersama teman-temannya ikut menyelamatkan tujuh siswi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adid  mengaku sebenarnya ia juga takut. Namun karena ada ketujuh temannya  yang terjebak ia dan teman-temannya memberanikan diri untuk menerjang  lahar dengan membawa tali pengaman. Mereka saling berpegangan tangan dan  mengikat diri dengan tali agar tidak hanyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat banjir  sedikit surut kami segera menyeberang. Setelah itu, banjir besar datang  lagi sampai pagi,” tegas siswa asal Kaliangkrik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Adib Kisworo, beberapa hari terakhir dinding pagar sekolah yang  berbatasan langsung dengan sungai memang telah retak. Saat badan Kali  Putih sudah tidak muat menampung material tembok sekolah jebol sehingga  lahar masuk. Kali Putih kini membuat aliran baru melewati sekolah dan  melibas belasan hektar lahan pertanian dan pekarangan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks  sekolah tersebut kini terendam pasir setinggi dua meter dengan luas  sekitar dua hektare. Selasa pagi kemarin, para siswa berupaya mengambil  barang yang masih bisa diselamatkan dari gedung asrama tersebut. Mereka  juga mulai dijemput oleh keluarga masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adib mengatakan  sebenarnya ada 80 siswa yang menempati asrama. Namun karena takut  sebagian siswa sudah pindah ke kos-kosan di rumah penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami  belum tahu berapa kerugian SMK Negeri 1 Pertanian. Kondisi masih kacau  balau begini jadi belum bisa menghitung. Yang jelas banyak fasilitas  sekolah yang rusak karena terendam ataupun hanyut,”tegas Kepala SMK  Negeri 1 Pertanian Salam Sugiarti STP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt; (mad/mad)&lt;br /&gt;(sumber:http://www.detiknews.com)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1043684668351445297?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1043684668351445297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kisah-heroik-siswa-smk-selamatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1043684668351445297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1043684668351445297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kisah-heroik-siswa-smk-selamatkan.html' title='Kisah Heroik Siswa SMK Selamatkan Korban Banjir Lahar di Magelang'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2gZWODuTI/AAAAAAAAAC4/xphHHhG7Wys/s72-c/kaliangkrik-6.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-3895122807788932320</id><published>2011-01-12T19:30:00.000+07:00</published><updated>2011-01-12T19:33:25.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Diduga Konsumsi Shabu, Kepala Puskesmas Diringkus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2fXgujQmI/AAAAAAAAACw/Op034aHyqEo/s1600/kaliangkrik-5.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2fXgujQmI/AAAAAAAAACw/Op034aHyqEo/s320/kaliangkrik-5.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561276341143421538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Liputan6.com, Magelang:&lt;/strong&gt; Tak cuma memeriksa pasien  ketika bertugas. Sisa waktu diduga kerap digunakan seorang dokter di  Magelang, Jawa Tengah, untuk mengonsumsi narkotik dan obat-obatan  berbahaya. Dugaan muncul saat aparat Satuan Narkoba Kepolisian Resor  Magelang menyita satu paket shabu serta sejumlah peralatan lain di mobil  tersangka, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diperiksa polisi warga Margoyoso, Magelang yang menjabat sebagai  Kepala Puskesmas Kaliangkrik cuma bisa tertunduk malu. Kepala Polres  Magelang Ajun Komisaris Besar Polisi Kif Aminanto mengatakan informasi  tentang tersangka mengonsumsi narkoba telah lama. Polisi berhasil  mengungkap setelah penyelidikan berlangsung sekitar tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perbuatannya tersangka akan dikenai pasal 112 Undang-undang Nomor  35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat  tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan Narkoba Polres Magelang juga menangkap tiga tersangka lain.  Mereka berinisial ES, TP, AD. Ketiganya selama ini diduga sebagai bandar  dan pemasok narkoba.(AIS)&lt;br /&gt;(sumber:http://berita.liputan6.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-3895122807788932320?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/3895122807788932320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/diduga-konsumsi-shabu-kepala-puskesmas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3895122807788932320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/3895122807788932320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/diduga-konsumsi-shabu-kepala-puskesmas.html' title='Diduga Konsumsi Shabu, Kepala Puskesmas Diringkus'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2fXgujQmI/AAAAAAAAACw/Op034aHyqEo/s72-c/kaliangkrik-5.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-6262150809074566351</id><published>2011-01-12T19:23:00.001+07:00</published><updated>2011-01-12T19:29:51.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Bawa Sabu-Sabu, Dokter di Magelang Ditahan Polisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2eb6tog0I/AAAAAAAAACo/Mx_sCLKIYGY/s1600/kaliangkrik-4.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 274px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2eb6tog0I/AAAAAAAAACo/Mx_sCLKIYGY/s320/kaliangkrik-4.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561275317326742338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;TEMPO &lt;em&gt;Interaktif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  - Seorang dokter Puskesmas di Magelang berinisial Y ditahan Kepolisian  Resor Magelang karena kedapatan menyimpan narkoba. “Jenisnya sabu-sabu  sebesar 0,71 gram,” kata Kepala Kepala Polres Magelang Ajun Komisaris  Besar Kif Aminanto, Jumat (17/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka dibekuk  polisi di belakang kantor Kecamatan Kaliangkrik Magelang, tak jauh dari  Puskesmas tempatnya bertugas, Jumat sepekan lalu. Dalam penangkapan itu,  polisi tak menemukan barang bukti apapun di tubuh tersangka. Namun saat  menggeladah mobil yang dikendarai tersangka, polisi menemukan barang  bukti sabu-sabu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kif menambahkan, akibat  perbuatannya, tersangka diancam dengan jeratan pasal 112 ayat 1  Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  “Ancaman hukumannya maksimal bisa 12 tahun,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka merupakan warga Desa Margoyoso Kecamatan Salaman Magelang. Dia bertugas di Puskesmas itu sejak setahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala  Satuan Reserse Narkoba Ajun Komisaris Sudirman mengatakan kini polisi  telah memeriksa dan menahan tersangka di Markas Polres. Selain menyita  sabu-sabu, polisi juga menyita satu unit mobil yang digunakan tersangka.&lt;br /&gt;(sumber:http://www.tempointeraktif.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-6262150809074566351?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/6262150809074566351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/bawa-sabu-sabu-dokter-di-magelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6262150809074566351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6262150809074566351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/bawa-sabu-sabu-dokter-di-magelang.html' title='Bawa Sabu-Sabu, Dokter di Magelang Ditahan Polisi'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2eb6tog0I/AAAAAAAAACo/Mx_sCLKIYGY/s72-c/kaliangkrik-4.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-7752169407847019034</id><published>2011-01-12T19:18:00.001+07:00</published><updated>2011-01-12T19:20:20.590+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Dokter ‘Nyabu’ Terancam Empat Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2cKng5VGI/AAAAAAAAACg/GhJxV_cYUUA/s1600/kaliangkrik-3.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2cKng5VGI/AAAAAAAAACg/GhJxV_cYUUA/s320/kaliangkrik-3.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561272821092013154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Magelang, CyberNews. &lt;/strong&gt;Bagi banyak warga Kecamatan  Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, nama dokter H Yunanto SH MH sudah  sangat familiar. Selama bertugas di Puskesmas Kaliangkrik ia dikenal  sebagai dokter yang ramah dan baik.&lt;p&gt;Dokter Yunanto juga dikenal  pandai bergaul dan murah senyum. Maklum, sebelum menjadi dokter, Yunanto  merupakan seorang pengacara yang cukup kondang. Namun siapa sangka jika  ia kedapatan membawa sabu-sabu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Magelang AKBP Kif  Aminanto mengatakan tersangka tertangkap membawa sabu-sabu seberat 0,71  gram. Ia tertangkap di belakang kantor Kecamatan Kaliangkrik seusai  praktik di Puskesmas Kaliangkrik. "Ia dianggap melanggar Pasal 112 ayat  (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman  penjara minimal empat tahun atau maksimal 12 tahun," kata Kif Aminanto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Kapolres penangkapan tersangka ini berkat adanya informasi dari  masyarakat. Polisi kemudian mengembangkan laporan tersebut dan melakukan  penangkapan. Awalnya, ia tidak mau mengakui membawa narkoba. Namun  polisi tidak kehabisan akal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah saku baju dan celana  tersangka tidak ditemukan barang bukti, polisi menggeledah mobil  tersangka. Dari dalam tas laptop ditemukan satu paket narkoba jenis  sabu-sabu yang diduga akan digunakan tersangka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ditanya  polisi, tersangka mengelak. Sejumlah wartawan yang hendak mengorek  informasi dipersilahkan untuk menanyakan tim pengacara. "Hubungi  pengacara saya saja,” kata dia singkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga hanya diam saat  ditanya sudah berapa lama menggunakan sabu-sabu. Berkali-kali ditanya ia  hanya diam saja. Saat kamera wartawan akan mengabadikan wajahnya, dr  Yunanto mengambil koran untuk menutupi wajahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditambahkan Kasat  Narkoba Sudirman tersangka diamankan bersama barang bukti berupa  narkotika golongan 1 jenis sabu sabu, HP, dan mobil sedan Honda Civic.  Warga Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman ini ditahan di Polres Magelang.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;(&lt;b&gt;      MH Habib Shaleh      / CN13     &lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(sumber:http://suaramerdeka.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-7752169407847019034?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/7752169407847019034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/dokter-nyabu-terancam-empat-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7752169407847019034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/7752169407847019034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/dokter-nyabu-terancam-empat-tahun.html' title='Dokter ‘Nyabu’ Terancam Empat Tahun'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2cKng5VGI/AAAAAAAAACg/GhJxV_cYUUA/s72-c/kaliangkrik-3.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-8997651899519861098</id><published>2011-01-12T19:00:00.000+07:00</published><updated>2011-01-12T19:03:36.933+07:00</updated><title type='text'>Bawa Sabu, Dokter Puskesmas Ditangkap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2YUfoefMI/AAAAAAAAACY/qarYdCiFPc0/s1600/kaliangkrik-2.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2YUfoefMI/AAAAAAAAACY/qarYdCiFPc0/s320/kaliangkrik-2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561268592728505538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MAGELANG, KOMPAS.com -&lt;/strong&gt; Seorang dokter Puskesmas  Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditahan di Markas  Kepolisian Resor Magelang karena ketahuan membawa narkoba jenis  sabu-sabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolres Magelang AKBP Kif Aminanto di Magelang, Jumat, mengatakan, tersangka tertangkap membawa sabu-sabu seberat 0,71 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tertangkap di belakang kantor Kecamatan Kaliangkrik seusai praktik di Puskesmas Kaliangkrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka  telah melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang  narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun atau  maksimal 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, penangkapan tersangka berkat  adanya informasi dari masyarakat. Polisi kemudian mengembangkan laporan  tersebut dan melakukan penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula, dia tidak mau  mengakui membawa narkoba, namun polisi tidak kehabisan akal. Setelah  saku baju dan celana tersangka tidak ditemukan barang bukti, polisi  menggeledah mobil tersangka dan dalam tas laptop di mobil tersebut  ditemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu yang diduga akan digunakan  tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya sejumlah wartawan, dokter tersebut  mempersilakan untuk menemui tim pengacaranya. "Hubungi pengacara saya  saja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka yang warga Desa Margoyoso, Kecamatan  Salaman ini diamankan bersama barang bukti berupa narkotika golongan 1  jenis sabu-sabu, telepon seluler dan mobil sedan Honda Civic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunanto mengawali karir sebagai dokter pegawai tidak tetap (PTT) dan membuka praktik dokter swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia diangkat menjadi PNS pada tahun 2009 dan ditugaskan di Puskesmas Kaliangkrik.&lt;br /&gt;(sumber:http://regional.kompas.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-8997651899519861098?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/8997651899519861098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/bawa-sabu-dokter-puskesmas-ditangkap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8997651899519861098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8997651899519861098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/bawa-sabu-dokter-puskesmas-ditangkap.html' title='Bawa Sabu, Dokter Puskesmas Ditangkap'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TS2YUfoefMI/AAAAAAAAACY/qarYdCiFPc0/s72-c/kaliangkrik-2.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-6565053910873822517</id><published>2011-01-11T13:56:00.003+07:00</published><updated>2011-01-21T10:09:29.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kaliangkrik'/><title type='text'>Kaliangkrik ---&gt;Salah Satu Kecamatan di Kabupaten Magelang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSwDYrk1t_I/AAAAAAAAABw/-tFDzYPrUaQ/s1600/kaliangkrik.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSwDYrk1t_I/AAAAAAAAABw/-tFDzYPrUaQ/s320/kaliangkrik.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560823362444703730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa/Kelurahan Di Kecamatan &lt;a href="http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kaliangkrik-salah-satu-kecamatan-di.html"&gt;Kaliangkrik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="-moz-column-count: 2; -moz-column-gap: 10px;" align="left"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Balekerto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Balerejo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banjarejo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beseran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bumirejo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Girirejo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Giriwarno&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kaliangkrik-salah-satu-kecamatan-di.html"&gt;Kaliangkrik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebonlegi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketangi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maduretno&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mangli&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Munggangsari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngargosoko&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngawonggo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngendrokilo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengarengan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selomoyo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Temanggung&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-6565053910873822517?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/6565053910873822517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kaliangkrik-salah-satu-kecamatan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6565053910873822517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/6565053910873822517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kaliangkrik-salah-satu-kecamatan-di.html' title='Kaliangkrik ---&gt;Salah Satu Kecamatan di Kabupaten Magelang'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSwDYrk1t_I/AAAAAAAAABw/-tFDzYPrUaQ/s72-c/kaliangkrik.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-8994110076227426079</id><published>2011-01-09T22:05:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T04:00:46.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Tidar'/><title type='text'>Gunung Tidar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSog7JI911I/AAAAAAAAABo/G4MRNoW_VwY/s1600/gunung%2Btidar.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 218px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSog7JI911I/AAAAAAAAABo/G4MRNoW_VwY/s320/gunung%2Btidar.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560292890380195666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;GUNUNG TIDAR DAN TOMBAK KIAI PANJANG &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Di  Magelang terdapat sebuah bukit yang berada di tengah-tengah kota. Bukit  itu sangat terkenal karena menjadi salah satu tempaan para taruna  AKABRI. Bahkan bukit itu menjadi salah satu ciri khas kota itu. Namanya  bukit Tidar, atau lebih dikenal sebagai Gunung Tidar. Konon Gunung Tidar  merupakan pusat atau titik tengah Pulau Jawa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Syahdan,  dahulu kala Tanah Jawa ini masih berupa hutan belantara yang tiada  seorangpun berani tinggal di sana. Sebagian besar wilayah Jawa ini  dahulu masih dikuasai berbagai makhluk halus. Konon Tanah Jawa yang  dikelilingi laut ini bak perahu yang mudah oleng oleh ombak laut yang  besar. Maka melihat itu para dewata segera mencari cara untuk  mengatasinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Maka  berkumpullah para dewa untuk membahas persoalan Tanah Jawa yang tidak  pernah tenang oleh hantaman ombak itu. Diutuslah sejumlah dewa untuk  tugas menenangkan pulau ini. Mereka membawa sejumlah bala tentara menuju  Pulau Jawa sebelah barat. Namun, tiba-tiba Pulau Jawa kembali oleng dan  berat sebelah karena para dewa dan bala tentara hanya menempati wilayah  barat. Agar seimbang, sebagian dikirim ke timur. Namun usaha ini tetap  gagal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Melihat  kenyataan itu maka para dewa sibuk mencari jalan pemecahan. Setelah  beberapa waktu berembug, maka didapatkanlah sebuah ide cemerlang. Mau  tak mau para dewa harus menciptakan sebuah paku raksasa, dan paku itu  akan ditancapkan di pusat Tanah Jawa, yaitu titik tengah yang dapat  menjadikan Pulau Jawa seimbang. Paku raksasa yang ditancapkan itu konon  dipercaya sebagian masyarakat sebagai Gunung Tidar. Dan setelah paku  raksasa itu ditancapkan, Pulau Jawa menjadi tenang dari hantaman ombak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Menurut  kepercayaan sebagian masyarakat, Gunung Tidar pada mulanya hanya  ditinggali oleh para jin dan setan yang konon dipimpin oleh salah satu  jin bernama Kiai Semar. Kiai Semar tidak sama dengan tokoh Semar dalam  dunia pewayangan. Kiai Semar yang menguasai Gunung Tidar ini konon jin  sakti yang terkenal seram. Setiap ada manusia yang mencoba untuk tinggal  di sekitar Gunung Tidar, maka tak segan Kiai Semar mengutus anak  buahnya yang berupa raksasa-raksasa dan genderuwo untuk memangsanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Alkisah,  datanglah seorang manusia yang terkenal berani untuk mencoba membuka  wilayah Tidar untuk ditinggali. Ksatria berani ini berasal dari tanah  jauh. Konon ia berasal dari negeri Turki, bernama Syekh Bakir dan  ditemani Syekh Jangkung. Kedua syekh ini disertai juga oleh tujuh pasang  manusia, dengan harapan dapat mengembangkan masyarakat yang kelek  mendiami wilayah itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Mendengar  kabar itu, Kiai Semar murka. Diseranglah mereka oleh anak buah Kiai  Semar, dan tiada seorangpun yang selamat kecuali Syekh Bakir yang sakti,  soleh, dan sabar. Setelah bertapa selama 40 hari 40 malam, ia bertemu  dengan Kiai Semar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;“Hei,  Ki Sanak, berani benar kau berada di wilayah kekuasaanku tanpa permisi.  Siapakah engkau dan apa maumu berada di wilayah ini,” kata Kiai Semar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;“Duh  penguasa wilayah Tidar, ketahuilah olehmu bahwa namaku Syekh Bakir,  asalku dari negeri Turki nun jauh di sana. Adapun kedatanganku kemari  untuk membuka tempat dan aku akan tinggal di sini bersama saudara dan  sahabatku,” jawab Syekh Bakir dengan tenang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;“Adakah  kau tahu bahwa daerah ini adalah daerah kekuasaanku? Siapapun tak boleh  tinggal di sini. Jika tiada peduli, maka akau akan mnegutus anak buahku  untuk menumpas kalian tanpa sisa.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;“Hai  engkau yang mengaku sebagai penguasa Gunung Tidar, tidakkah kau tahu  bahwa tiada yang dapat melebihi kekuasaan Allah? Allah menciptakan  manusia untuk menjaga dan memelihara alam semesta ini, bukan untuk  menguasainya secara semena-mena,” kata Syekh Bakir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;“Hei  manusia, sebelum kemarahanku memuncak, tinggalkan tempat ini!  Ketahuilah bahwa tempat ini sudah menjadi milikku, dan jangan mencoba  merampasnya.” Syekh Bakir terdiam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Mendengar  ancaman Kiai Semar, ia lalu mengalah. Tetapi bukan berarti ia menyerah  kalah. Tetapi sebaliknya Syekh Bakir hendak menyiapkan diri lebih baik  untuk mengalahkan Kiai Semar dan bala tentaranya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Sesampai  di negeri Turki, ia mengambil sebuah tombak sakti yang bernama Kiai  Panjang. Selain itu, iapun menyiapkan lebih banyak lagi manusia yang  akan diajak serta untuk membuka tempat tinggal baru di Tidar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Sesampai  kembali di Tidar, berpasang-pasang manusia yang diajak serta oleh Syekh  Bakir tinggal lebih dulu di daerah sebelah timur Gunung Tidar yang  sekarang dikenal dengan nama desa Trunan. Konon desa itu berasal dari  makna “turunan”. Ada yang mengatakan arti dari turunan itu adalah  keturunan, tetapi ada yang menganggapnya sebagai daerah pertama kali  sahabat-sahabat Syekh Bakir diturunkan dan tinggal di tempat itu untuk  sementara waktu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Setelah  itu Syekh Bakir berangkat sendiri ke puncak Gunung Tidar untuk  bersemadi. Tombak pusaka sakti  Syekh Bakir ditancapkan tepat di puncak  Tidar sebagai penolak bala. Dan benar, tombak sakti itu menciptakan hawa  panas yang bukan main bagi Kiai Semar dan wadyabalanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Merekapun  lari tunggang langgang meninggalkan Gunung Tidar. Kiai Semar dan  sebagian tentaranya melarikan diri ke timur dan konon hingga sekarang  menempati daerah Gunung Merapi yang masih dipercaya sebagian masyarakat  sebagai wilayah yang angker. Bahkan sebagian lagi anak buah Kiai Semar  ada yang melarikan diri ke alas Roban, bahkan ke Gunung Srandil. Tombak  itu sekarang masih dijaga oleh masyarakat dan dimakamkan di puncak  Gunung Tidar dengan nama Makam Tombak Kiai Panjang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Dengan  adanya tombak sakti itu, maka amanlah Gunung Tidar dari kekuasaan para  jin dan makhluk halus. Syekh Bakirpun akhirnya memboyong  sahabat-sahabatnya untuk membuka tempat tinggal baru di Gunung Tidar dan  sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ditulis oleh: Dorothea Rosa Herliany&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(sumber:http://pendekartidar.org)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-8994110076227426079?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/8994110076227426079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/gunung-tidar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8994110076227426079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8994110076227426079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/gunung-tidar.html' title='Gunung Tidar'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSog7JI911I/AAAAAAAAABo/G4MRNoW_VwY/s72-c/gunung%2Btidar.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-8092987838110433087</id><published>2011-01-09T21:48:00.000+07:00</published><updated>2011-01-09T22:01:30.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KyaiLanggeng'/><title type='text'>KyaiLanggeng Dari Udara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSnMeSrzo5I/AAAAAAAAABg/7A9TQjI2Xuw/s1600/kyailanggeng.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 316px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSnMeSrzo5I/AAAAAAAAABg/7A9TQjI2Xuw/s320/kyailanggeng.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560200035749307282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-8092987838110433087?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/8092987838110433087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kyailanggeng-dari-udara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8092987838110433087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/8092987838110433087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kyailanggeng-dari-udara.html' title='KyaiLanggeng Dari Udara'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSnMeSrzo5I/AAAAAAAAABg/7A9TQjI2Xuw/s72-c/kyailanggeng.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-1308366845715009834</id><published>2011-01-08T19:15:00.000+07:00</published><updated>2011-01-09T08:28:00.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='magelang'/><title type='text'>Kota Magelang Dari Udara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSkO597PmjI/AAAAAAAAABY/eYM8Tbuyd7E/s1600/kota%2Bmagelang.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 290px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSkO597PmjI/AAAAAAAAABY/eYM8Tbuyd7E/s320/kota%2Bmagelang.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559991604003969586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="plain kssattr-atuid-a094977ccb0927d3e44f9e0350e6087c" id="text-a094977ccb0927d3e44f9e0350e6087c"&gt;      &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOTA &lt;span class="highlightedSearchTerm"&gt;MAGELANG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang terletak pada ketinggian ± 500m  diatas permukaan laut dengan posisi pada 7 ° Lintang Selatan dan 110 °  Bujur Timur, merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menempati  posisi sangat strategis, karena terletak tepat ditengah pulau Jawa dan  berada di persimpangan poros utama : Jogjakarta - Semarang ; Jogjakarta -   Wonosobo ; Semarang - Kebumen - Cilacap. Jaraknya 76 km dari Semarang  dan 42 km dari Jogjakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disamping itu Kota &lt;span class="highlightedSearchTerm"&gt;Magelang&lt;/span&gt; juga dikelilingi oleh gunung-gunung dan  bukit-bukit seperti : Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Perahu.  Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Andong,  Perbukitan Menoreh serta terdapat "Bukit Tidar" yang terletak di jantung  kota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan luas wilayah 18,12 Km, terdiri dari 3 (tiga) kecamatan dan 17  (tujuh belas) kelurahan, &lt;span class="highlightedSearchTerm"&gt;Magelang&lt;/span&gt; termasuk kota kecil di Indonesia  dengan jumlah penduduk di bawah 200.000 jiwa, yaitu 124.606 jiwa.   Sumber:BPS Kota &lt;span class="highlightedSearchTerm"&gt;Magelang&lt;/span&gt; th 2008&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(sumber:http://www.magelangkota.go.id)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-1308366845715009834?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/1308366845715009834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kota-magelang-dari-udara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1308366845715009834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/1308366845715009834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/kota-magelang-dari-udara.html' title='Kota Magelang Dari Udara'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_OkSUy2y8x-Q/TSkO597PmjI/AAAAAAAAABY/eYM8Tbuyd7E/s72-c/kota%2Bmagelang.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6309871060383481154.post-561343620079257094</id><published>2011-01-08T11:00:00.000+07:00</published><updated>2011-01-08T11:02:37.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu Indonesia Raya'/><title type='text'>Lagu Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ciptaan : W.R. Supratman / Wage Rudolf Supratman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia tanah airku&lt;br /&gt;Tanah tumpah darahku&lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri&lt;br /&gt;Jadi pandu ibuku&lt;br /&gt;Indonesia kebangsaanku&lt;br /&gt;Bangsa dan Tanah Airku&lt;br /&gt;Marilah kita berseru&lt;br /&gt;Indonesia bersatu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hiduplah tanahku&lt;br /&gt;Hiduplah negriku&lt;br /&gt;Bangsaku Rakyatku semuanya&lt;br /&gt;Bangunlah jiwanya&lt;br /&gt;Bangunlah badannya&lt;br /&gt;Untuk Indonesia Raya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia Raya&lt;br /&gt;Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Tanahku negriku yang kucinta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia Raya&lt;br /&gt;Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Hiduplah Indonesia Raya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia Raya&lt;br /&gt;Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Tanahku negriku yang kucinta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia Raya&lt;br /&gt;Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Hiduplah Indonesia Raya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia Tanah yang mulia&lt;br /&gt;Tanah kita yang kaya&lt;br /&gt;Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya&lt;br /&gt;Indonesia Tanah pusaka Pusaka Kita semuanya&lt;br /&gt;Marilah kita mendoa Indonesia bahagia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suburlah Tanahnya Suburlah jiwanya&lt;br /&gt;Bangsanya Rakyatnya semuanya&lt;br /&gt;Sadarlah hatinya Sadarlah budinya&lt;br /&gt;Untuk Indonesia Raya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Indonesia Tanah yang suci Tanah kita yang sakti&lt;br /&gt;Disanalah aku berdiri 'njaga ibu sejati&lt;br /&gt;Indonesia! Tanah berseri Tanah yang aku sayangi&lt;br /&gt;Marilah kita berjanji Indonesia abadi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Slamatlah Rakyatnya Slamatlah putranya&lt;br /&gt;Pulaunya lautnya semuanya&lt;br /&gt;Majulah Negrinya Majulah Pandunya&lt;br /&gt;Untuk Indonesia Raya&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6309871060383481154-561343620079257094?l=infoindonesia-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/feeds/561343620079257094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/lagu-indonesia-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/561343620079257094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6309871060383481154/posts/default/561343620079257094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infoindonesia-ku.blogspot.com/2011/01/lagu-indonesia-raya.html' title='Lagu Indonesia Raya'/><author><name>wpulsa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
